Gagal Mendahului, Kecelakaan Beruntun di Jalan Ponorogo–Wonogiri Libatkan 3 Motor dan 1 Minibus, Satu Pengendara Meninggal Dunia
Gagal Mendahului, Kecelakaan Beruntun di Jalan Ponorogo–Wonogiri Libatkan 3 Motor dan 1 Minibus, Satu Pengendara Meninggal Dunia
PONOROGO, Media Jatim News - Manuver mendahului kendaraan yang kurang perhitungan kembali memicu tragedi maut di jalan raya.
Kecelakaan beruntun yang melibatkan tiga unit sepeda motor dan satu unit minibus terjadi di Jalan Raya Ponorogo–Wonogiri, tepatnya di depan rumah warga Desa Carat, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, Senin (29/6).
Akibat insiden tragis ini, satu orang pengendara sepeda motor dilaporkan meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan medis.
Kapolres Ponorogo melalui Kanit Gakkum Satlantas Polres Ponorogo, Iptu Abdul Cholik, membenarkan adanya peristiwa kecelakaan lalu lintas beruntun tersebut.
Menurutnya, insiden maut ini melibatkan kendaraan Honda Beat bernomor polisi AE 6801 TU, Suzuki Carry AE 1930 SR, Honda Beat AE 3710 VB, dan Honda Supra AE 2199 SP.
Kronologis Kejadian
Kecelakaan bermula ketika sepeda motor Honda Beat AE 6801 TU yang dikendarai oleh Dicky Nur Yasin (20), seorang warga Desa Karangan, Kecamatan Badegan, melaju dari arah Barat menuju ke arah Timur.
Sesampainya di lokasi kejadian, korban mencoba mendahului sepeda motor yang berada di depannya. Namun nahas, diduga korban kehilangan kendali atas kendaraannya hingga terjatuh.
"Setelah terjatuh, pengendara motor tersebut masuk ke lajur jalur berlawanan. Pada saat yang bersamaan, melaju Suzuki Carry bernopol AE 1930 SR dari arah Timur menuju Barat, sehingga terjadi benturan keras pada bagian depan kendaraan," ujar Iptu Abdul Cholik saat dikonfirmasi mengenai kronologis kejadian.
Benturan pertama yang cukup keras itu langsung memicu kecelakaan susulan di lokasi yang sama. Sepeda motor Honda Beat milik korban Dicky yang masih tergeletak di lajur utara jalan raya, kemudian tertabrak oleh Honda Beat lain bernomor polisi AE 3710 VB yang dikendarai oleh Bryant Yoga Dayu (27), warga Kabupaten Pacitan, yang datang melaju dari arah Wonogiri menuju Ponorogo.
Situasi semakin tak terkendali ketika pengemudi minibus Suzuki Carry, Valdo Taufana Gusta (17), berusaha keras menghindari tubuh korban yang tergeletak. Pengemudi yang panik spontan membanting kemudi ke sebelah kanan jalan.
"Namun, upaya penyelamatan diri dan menghindari korban tersebut justru membuat minibus masuk ke jalur berlawanan. Akibatnya, minibus bertabrakan dengan Honda Supra bernopol AE 2199 SP yang dikendarai Pungky Gita Safarinda (31), warga Kecamatan Kauman, yang tengah melaju dari barat ke timur," ungkap Kanit Gakkum.
Korban Jiwa dan Luka-Luka
Dampak dari tabrakan beruntun tersebut, Dicky Nur Yasin mengalami cedera berat di bagian kepala.
Petugas medis dibantu warga sekitar sempat mengevakuasi korban ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan darurat. Kendati demikian, nyawa pemuda berusia 20 tahun tersebut tidak dapat tertolong dan dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit.
Sementara itu, para pengendara lainnya beruntung hanya mengalami luka-luka ringan.
Pihak kepolisian dari Satlantas Polres Ponorogo segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta mengamankan seluruh kendaraan yang terlibat sebagai barang bukti demi kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Iptu Abdul Cholik pun menutup keterangannya dengan memberikan imbauan kepada seluruh masyarakat pengguna jalan raya agar selalu mengutamakan keselamatan.
"Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Kami mengimbau pengendara agar memastikan kondisi benar-benar aman sebelum mendahului kendaraan lain," pungkasnya. (nur)

