30 Tahun Mangkrak, Embung Dangkak di Desa Sidoharjo, Ponorogo Akhirnya Direvitalisasi Bulan Ini
30 Tahun Mangkrak, Embung Dangkak di Desa Sidoharjo, Ponorogo Akhirnya Direvitalisasi Bulan Ini
PONOROGO, Media Jatim News – Harapan besar masyarakat Desa Sidoharjo, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo untuk melihat Embung Dangkak kembali berfungsi kini bukan lagi sekadar mimpi.
Setelah terbengkalai dan mangkrak selama kurang lebih tiga dekade (30 tahun), embung bersejarah ini dipastikan akan mulai dibangun dan direvitalisasi total mulai bulan ini.
Langkah nyata ini diawali dengan digelarnya acara Sosialisasi Pekerjaan Revitalisasi Embung Dangkak yang berlangsung penuh antusias di Balai Desa Sidoharjo pada Selasa (23/6).
Acara penting ini dihadiri langsung oleh:
Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo selaku pemegang program. Kepala Dinas PMD Kabupaten Ponorogo, Toni Sumarsono. Pemenang Tender (Global Konstruksi), Genering Prasetyo Umardani. Jajaran Muspika Kecamatan Jambon.
Kepala Desa Sidoharjo, Sarmin, beserta seluruh perangkat desa, BPD, LPMD, tokoh masyarakat, hingga jajaran RT/RW setempat.
Apresiasi Mendalam untuk Perjuangan H. Ali Mufthi
Kepala Desa Sidoharjo, Sarmin, tidak dapat menyembunyikan rasa haru dan syukurnya atas terealisasinya proyek raksasa yang sudah dinanti puluhan tahun oleh warganya.
Secara khusus, Sarmin menyampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga atas kawalan politik dari wakil rakyat di senayan.
"Kami atas nama Pemerintah Desa dan seluruh warga Desa Sidoharjo mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Pusat, BBWS Bengawan Solo, Pemkab Ponorogo, dan pihak kecamatan. Namun, apresiasi yang paling mendalam ingin kami haturkan kepada Bapak H. Ali Mufthi, Anggota DPR RI Komisi V Dapil VII Jatim," ungkap Sarmin emosional.
Parmin menambahkan bahwa berkat komitmen, kerja keras, dan pengawalan ketat dari H. Ali Mufthi sejak agenda Forum Group Discussion (FGD) dan peninjauan lokasi pada 13 Juni lalu, aspirasi tersumbat warga Sidoharjo selama 30 tahun ini akhirnya bisa langsung didengar dan dieksekusi oleh pusat.
"Pembangunan kembali Embung Dangkak ini adalah impian warga yang tertunda selama tiga dekade. Tanpa kawalan gigih dari Pak H. Ali Mufthi, entah kapan suara kami bisa terwujud. Kami warga Sidoharjo siap mendukung penuh dan mengawal kelancaran proyek ini di lapangan sampai tuntas!" tegasnya.
Sinergi Pemerintah dan Masyarakat
Senada dengan Kades Sidoharjo, Kepala Dinas PMD Kabupaten Ponorogo, Toni Sumarsono, menekankan bahwa proyek strategis ini merupakan bukti nyata bahwa pemerintah hadir di tengah kesulitan masyarakat, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan air.
"Kami berharap seluruh elemen masyarakat Desa Sidoharjo ikut menjaga, mengawal, dan mendukung pelaksanaan pembangunan ini agar berjalan lancar tanpa hambatan, sehingga manfaatnya bisa segera dinikmati," tutur Toni.
Ditambahkan, waktu pengerjaan 195 hari, mulai penandatanganan kontrak Senin (15/6) kemarin dan perawatan 365 hari, mulai Januari 2027.
3 Manfaat Vital Revitalisasi Embung Dangkak
Dalam pemaparannya, tim teknis dari BBWS Bengawan Solo menjelaskan bahwa proyek ini tidak hanya sekadar membangun fisik embung, melainkan membawa 3 dampak besar (multi-fungsi) bagi lingkungan dan ekonomi warga:
Manfaat Utama penjelasan Teknis
Solusi Irigasi Pertanian : Menjadi keran air utama bagi sawah warga saat musim kemarau, menjaga produktivitas padi dan palawija agar tidak gagal panen.
Pengendali Banjir :Berfungsi sebagai kolam retensi (penampung air hujan) untuk meminimalisir risiko banjir di pemukiman sekitar saat intensitas hujan tinggi.
Konservasi Air Tanah :Meningkatkan cadangan air tanah di wilayah Kecamatan Jambon, sehingga sumur-sumur konsumsi warga tidak mudah kering.
Dengan dimulainya tahapan sosialisasi ini, pengerjaan fisik Embung Dangkak diharapkan bisa berjalan on-time (tepat waktu) dan siap menjadi motor penggerak baru bagi kesejahteraan ekonomi serta ketahanan pangan warga Desa Sidoharjo dan sekitarnya. (nur)


