BPS Kabupaten Ponorogo Resmi Lepas 1.319 Petugas Sensus Ekonomi 2026
BPS Kabupaten Ponorogo Resmi Lepas 1.319 Petugas Sensus Ekonomi 2026
PONOROGO, Media Jatim News – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Ponorogo secara resmi menggelar acara pelepasan 1.319 petugas Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) pada Jumat (19/6). Acara yang berlangsung khidmat ini digelar di Pendopo Kabupaten Ponorogo.
Hadir dalam kegiatan tersebut Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo Hj. Lisyarita, Ketua DPRD Ponorogo Dwi Agus Prayitno, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para camat, serta perwakilan petugas sensus ekonomi 2026.
Dukung Transformasi Ekonomi Nasional
Dalam sambutannya, Kepala BPS Kabupaten Ponorogo, Evi Trisusanti, mengungkapkan bahwa Sensus Ekonomi 2026 memiliki peran yang sangat krusial dalam menyusun peta jalan pembangunan nasional.
"Sensus Ekonomi 2026 ini dirancang untuk mendukung Pembangunan Jangka Panjang Nasional dari sisi transformasi ekonomi, sekaligus menyokong pencapaian prioritas nasional periode 2025 sampai 2029," ujar Evi Trisusanti.
Ia juga mengimbau masyarakat dan pelaku usaha untuk tidak ragu memberikan data yang akurat, karena kerahasiaan data sepenuhnya dilindungi oleh payung hukum yang kuat.
"Seluruh kegiatan pendataan BPS, termasuk Sensus Ekonomi 2026, memiliki jaminan kerahasiaan data yang dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik. Data ini murni digunakan untuk kebutuhan statistik dan indikator agregat," tambahnya.
Metodologi dan Target Pendataan di Ponorogo
Sensus kali ini mengusung cakupan yang lebih lengkap dan komprehensif dibandingkan sensus-sensus sebelumnya. Pendataan akan menyasar bangunan, usaha, hingga keluarga khusus (baik yang menetap maupun berpindah-pindah).
BPS menggunakan tiga mode pendataan utama yang disesuaikan dengan kondisi di lapangan:
• CAPI (Computer Assisted Personal Interviewing)
• CAWI (Computer Assisted Web Interviewing)
• PAPI (Paper Assisted Personal Interviewing)
Evi memaparkan bahwa pelaksanaan lapangan bermoda CAWI untuk sektor sekolah, perusahaan, dan perbankan sudah berjalan sejak Mei 2026. Sementara itu, pendataan lapangan secara door-to-door akan terus berlangsung hingga Agustus 2026.
Untuk Kabupaten Ponorogo sendiri, kekuatan personel yang dikerahkan mencapai 1.319 orang, dengan rincian 1.163 petugas pendata lapangan dan 156 petugas pemeriksa lapangan. Mereka memikul target mendata 939.158 item yang tersebar di 7.678 Satuan Lingkungan Setempat (SLS/RT) dalam kurun waktu 67 hari kerja efektif.
Seluruh petugas ini merupakan warga lokal yang direkrut dari desa setempat dan telah menjalani pelatihan intensif selama 3 hari full board.
Apresiasi Tinggi untuk Pemkab Ponorogo
Di akhir sambutannya, Kepala BPS Ponorogo menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam kepada Plt Bupati Ponorogo Hj. Lisyarita beserta seluruh jajaran Pemkab Ponorogo atas komitmen nyata dalam menyukseskan SE2026. Dukungan tersebut mengalir mulai dari penguatan sosialisasi media digital melalui jaringan videotron strategis, penerbitan Surat Edaran Resmi Bupati, hingga pembuatan video testimoni dukungan.
Berkat kolaborasi yang apik ini, Kabupaten Ponorogo bahkan berhasil mengukir prestasi gemilang di tingkat nasional.
"Melalui gerakan 'Ngisi Bareng', Kabupaten Ponorogo berhasil meraih peringkat kedua tingkat nasional dalam kategori kabupaten dengan jumlah submit kuesioner Sensus Ekonomi 2026 terbanyak melalui moda CAWI. Ini membuktikan komitmen digitalisasi data kita yang adaptif dan kolaboratif," pungkas Evi dengan bangga. (nur).



