Tragedi Ledakan Petasan di Plosojenar Ponorogo, Hasil Olah TKP, Satu Pelajar Tewas, Dua Pemuda Luka Bakar Serius
Tragedi Ledakan Petasan di Plosojenar Ponorogo, Hasil Olah TKP, Satu Pelajar Tewas, Dua Pemuda Luka Bakar Serius
PONOROGO, Media Jatim News – Update, Suasana tenang di Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, berubah menjadi mencekam pada Minggu sore (01/02).
Sebuah ledakan hebat yang diduga berasal dari petasan menghancurkan sebuah rumah dan mengakibatkan satu orang meninggal dunia serta dua lainnya luka-luka.
Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 17.15 WIB di kediaman Sdri. Minten, RT 002/RW 002, Dukuh Cuwet. Kerasnya ledakan menyebabkan kerusakan parah hingga 80% pada bangunan rumah, terutama di bagian atap, jendela, dan pintu.
Identitas Korban, berdasarkan data yang dihimpun, terdapat tiga orang korban dalam insiden ini:
Rifa Kurnia Putra (15): Seorang pelajar yang juga putra pemilik rumah. Korban dinyatakan Meninggal Dunia (MD) di lokasi kejadian dengan luka serius di bagian perut.
Ahmat Fato'ani (19): Warga Desa Morosari, Sukorejo. Mengalami luka bakar hingga 90% dan saat ini dalam kondisi kritis di RSUD Dr. Hardjono Ponorogo.
Hindar Agusta (23): Warga Desa Plosojenar. Mengalami luka bakar 16% dan tengah menjalani perawatan di rumah sakit yang sama.
Kronologi kejadian, menurut keterangan saksi mata, Wibowo, yang tinggal di sebelah barat lokasi, ia mendengar suara ledakan yang sangat keras disusul dengan munculnya asap tebal dari rumah korban.
"Saya dengar suara duor (ledakan) keras sekali, lalu listrik langsung mati. Saat keluar, saya lihat asap tebal dan mendengar suara ibu serta kakak korban menangis histeris. Korban sudah tergeletak di luar," ujar Wibowo.
Saksi lain, Siswanto, yang saat itu kebetulan melintas di lokasi, langsung berupaya memberikan pertolongan dan mendokumentasikan kejadian tersebut untuk melaporkannya kepada pihak berwajib.
Keterangan Kepolisian
Kapolres Ponorogo melalui Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Imam Mujali, membenarkan insiden maut tersebut. Pihaknya telah menurunkan tim untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna mendalami penyebab pasti ledakan.
"Benar telah terjadi ledakan yang diduga kuat berasal dari bahan petasan di Desa Plosojenar. Akibat kejadian ini, satu orang anak di bawah umur meninggal dunia di lokasi, sementara dua rekan lainnya mengalami luka bakar serius dan sudah dilarikan ke RSUD Dr. Hardjono," ujar AKP Imam Mujali.
Lebih lanjut, AKP Imam Mujali mengimbau masyarakat untuk menjauhi aktivitas pembuatan atau penggunaan petasan karena risikonya yang sangat fatal.
"Kami masih melakukan penyelidikan mendalam di lokasi untuk memastikan jumlah bahan peledak yang ada di TKP. Kami tegaskan kembali kepada masyarakat bahwa bermain atau meracik petasan bukan hanya melanggar hukum, tapi sangat berbahaya bagi nyawa sendiri dan orang lain. Kami tidak akan segan mengambil tindakan tegas terhadap kepemilikan bahan peledak ilegal," tambahnya.
Hingga saat ini, area rumah milik Sdri. Minten telah dipasang garis polisi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Kerugian materiil akibat kerusakan rumah ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. (nur).

