Rumah Warga Sukorejo Ponorogo Dibobol Maling Saat Sholat Tarawih, Kerugian Mencapai Rp 64 Juta
Rumah Warga Sukorejo Ponorogo Dibobol Maling Saat Sholat Tarawih, Kerugian Mencapai Rp 64 Juta
PONOROGO, Media Jatim News – Nasib nahas menimpa Sutarman, warga Desa Sidorejo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo. Rumahnya disatroni kawanan pencuri saat ia dan istrinya tengah melaksanakan ibadah sholat tarawih di masjid setempat, baru-baru ini.
Akibat kejadian tersebut, korban harus merelakan perhiasan emas dan uang tunai dengan total kerugian menembus angka Rp 64 juta.
Kronologi kejadian, pelaku masuk lewat jendela
Peristiwa bermula ketika Sutarman beserta istri berangkat ke masjid untuk menunaikan ibadah malam di bulan Ramadan. Kondisi rumah yang kosong tanpa penjagaan dimanfaatkan oleh pelaku untuk melancarkan aksinya.
Sekitar pukul 21.00 WIB, korban kembali ke rumah dan mulai merasa curiga. Pasalnya, terdapat perbedaan kondisi pada lampu kamar yang ia tinggalkan dalam keadaan padam, namun justru menyala saat ia tiba.
Setelah dilakukan pengecekan, kecurigaan Sutarman terbukti. Ia mendapati engsel jendela bagian depan rumah sudah dalam keadaan rusak akibat dicongkel paksa. Pelaku diduga masuk melalui jendela tersebut, mengacak-acak isi kamar, dan melarikan diri melalui pintu belakang.
"Saat ditinggal, saya dan istri ke Masjid. Rumah dalam keadaan kosong, jendela dan pintu sudah terkunci rapat," ungkap Sutarman dengan nada lemas, Minggu (01/3)
Sutarman menjelaskan bahwa barang berharga yang disimpan di dalam lemari dan gantungan telah raib. Tidak hanya itu, uang tunai yang disimpan di berbagai tempat pun disikat oleh pelaku.
Adapun rincian barang yang hilang meliputi:
Perhiasan Emas: Berbagai jenis perhiasan yang disimpan di dalam kamar.
Uang Tunai: Uang di dalam dompet serta uang modal yang disimpan di rak toko.
"Saya cek barang berharga di lemari sudah tidak ada. Uang di dompet dan di rak toko juga hilang. Total kerugian saya perkirakan mencapai Rp 64 juta," tambahnya. Pasca kejadian, korban segera melapor ke pihak perangkat desa dan dilanjutkan ke Polsek Sukorejo.
Sementara Kapolsek Sukorejo saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan kasus pencurian dengan pemberatan tersebut. Saat ini, tim penyidik tengah melakukan pengembangan kasus dan menyisir area sekitar untuk mencari petunjuk.
Meskipun di kediaman korban tidak terpasang kamera pengawas (CCTV), pihak kepolisian optimis dapat mengidentifikasi pelaku melalui rekaman CCTV milik warga atau fasilitas umum di sekitar lokasi kejadian.
"Kami sedang melakukan pengembangan dan mencari rekaman CCTV di sekitar lokasi. Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama saat meninggalkan rumah dalam keadaan kosong selama bulan Ramadan dan menjelang Lebaran," tegas Kapolsek Sukorejo.
Masyarakat diharapkan meningkatkan keamanan lingkungan melalui siskamling dan memastikan rumah terparkir serta terkunci ganda guna meminimalisir celah bagi para pelaku tindak kejahatan. (nur).
