Jalan Provinsi di Perempatan Dengok Ponorogo Bak "Ranjau", Pengguna Jalan Menjerit
Jalan Provinsi di Perempatan Dengok Ponorogo Bak "Ranjau", Pengguna Jalan Menjerit
PONOROGO, Media Jatim News – Kondisi infrastruktur jalan provinsi di wilayah Kabupaten Ponorogo kembali menuai keluhan. Kali ini, titik yang menjadi sorotan tajam adalah Perempatan Dengok, Kecamatan Siman.
Persimpangan vital yang menghubungkan akses menuju Kabupaten Trenggalek, Pacitan, hingga Wonogiri ini dipenuhi lubang yang mengancam keselamatan pengendara.
Pantauan di lokasi pada Senin (23/2), terdapat sejumlah lubang dengan kedalaman bervariasi tepat di tengah perempatan. Kondisi ini memaksa pengguna jalan, terutama pengendara roda dua, untuk ekstra waspada dan melakukan manuver berbahaya demi menghindari lubang.
Keluhan Pengguna Jalan: "Harus Nyisih Agar Aman"
Apid (30), salah satu warga Ponorogo yang setiap hari melintasi jalur tersebut untuk bekerja, mengungkapkan kekhawatirannya.
Menurutnya, kondisi jalan yang rusak ini sangat mengganggu kenyamanan dan mengancam nyawa.
"Iya mas, saya setiap hari lewat sini karena harus ke kota Ponorogo. Banyak lubang di tengah perempatan Dengok. Akhirnya kalau lewat harus nyisih (menghindar ke pinggir) supaya aman. Kalau tidak hati-hati, taruhannya nyawa," keluh Apid kepada awak media, Senin (23/2).
Hal senada juga diungkapkan oleh pengguna jalan lainnya, Kurniawan (35), yang mengaku hampir terjatuh saat melintas di malam hari.
"Kalau malam penerangan kadang tidak maksimal, lubang itu jadi seperti jebakan. Apalagi kalau habis hujan, lubang tertutup air, kita tidak tahu kedalamannya. Ini kan jalan provinsi, kelasnya jalan utama, kok dibiarkan begini?" cetusnya.
Kekhawatiran warga bukan tanpa alasan. Perempatan Dengok merupakan urat nadi transportasi yang sangat padat, terutama pada jam keberangkatan dan kepulangan anak sekolah serta pekerja kantor.
Beberapa risiko yang disoroti warga antara lain:
Kepadatan Volume Kendaraan: Menghindari lubang di tengah arus lalu lintas yang padat berisiko memicu tabrakan beruntun.
Bahaya bagi Pengendara Roda Dua: Velg motor bisa pecah atau ban selip jika menghantam lubang yang cukup dalam.
Hambatan Logistik: Truk-truk besar dari arah Trenggalek maupun Pacitan harus melambat secara drastis, yang kerap memicu kemacetan panjang.
Warga berharap Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui dinas terkait segera turun tangan melakukan perbaikan permanen, bukan sekadar tambal sulam yang mudah rusak kembali saat terkena hujan.
"Tolong segera ditambal atau diaspal ulang. Jangan menunggu ada korban jiwa baru diperbaiki. Ini jalan penghubung antar kabupaten, sangat memalukan kalau dibiarkan rusak begini," pungkas Apid. (nur).

