Komplotan Spesialis Pembobol Sekolah di Ponorogo & Madiun Diringkus, Brankas Ratusan Juta Jadi Sasaran
Komplotan Spesialis Pembobol Sekolah di Ponorogo & Madiun Diringkus, Brankas Ratusan Juta Jadi Sasaran
PONOROGO, Media Jatim News – Pelarian komplotan spesialis pencurian sekolah yang meresahkan wilayah Ponorogo dan Madiun berakhir di jeruji besi. Satreskrim Polres Ponorogo bekerja sama dengan Satreskrim Polres Madiun berhasil membekuk tiga orang terduga pelaku yang selama ini menyasar lembaga pendidikan.
Ketiga pelaku yang diamankan masing-masing berinisial END, UM, dan BD. Mereka berasal dari Kabupaten berbeda di Jawa Timur dan merupakan komplotan spesialis pembobol disekolah lintas daerah.
Penangkapan ini merupakan hasil koordinasi lintas wilayah setelah para pelaku teridentifikasi melakukan aksi di sejumlah sekolah di "Bumi Reog" dan Kabupaten Madiun.
Diringkus di Kos-kosan Madiun
Waka Polres Ponorogo, Kompol Try Widyanto Fauzal, mengungkapkan bahwa penangkapan dilakukan pada Rabu (25/2/2026). Saat ini, para pelaku tengah menjalani pemeriksaan intensif.
"Alhamdulillah, dua hari lalu dilakukan penangkapan terduga pelaku pencurian sekolah di Ponorogo. Dua pelaku diproses oleh Satreskrim Polres Ponorogo, sementara satu lainnya diproses di Polres Madiun," ujar Kompol Try pada Jumat (27/2/2026) di Mapolres Ponorogo.
Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan mendalam untuk mengungkap apakah ada jaringan lain atau penadah yang terlibat dalam aksi kriminal ini.
"Dua terduga pelaku yang kami amankan di Ponorogo saat ini sedang diperiksa untuk membuat perkara ini terang benderang, termasuk mendalami motif dan aliran barang bukti," tutup Kompol Try.
Sementara Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Imam Mujali, menambahkan bahwa komplotan ini disergap di sebuah rumah kos di wilayah Madiun. Penangkapan dilakukan sesaat setelah para pelaku kembali melancarkan aksinya di wilayah hukum Madiun.
"Ditangkap di Madiun, kebetulan sesaat setelah mereka beraksi di sana. Maka dari itu, kami berkoordinasi dengan anggota Satreskrim Polres Madiun untuk mengamankan para pelaku," jelas AKP Imam Mujali.
Berdasarkan catatan kepolisian, komplotan ini dikenal cukup licin dan tidak ragu menyasar brankas sekolah dengan nilai kerugian yang fantastis. Berikut adalah rentetan aksi kejahatan mereka di wilayah Ponorogo:
SMPN 1 Pulung (15 Desember 2025): Aksi terbesar mereka, di mana pelaku berhasil membobol brankas di ruang Kepala Sekolah dan menggasak uang tunai sebesar Rp 180 juta.
SDN 2 Maguwan Sambit (30 Januari 2025/2026): Pelaku membawa kabur 3 unit laptop (inventaris sekolah dan pribadi) serta uang tunai Rp 1 juta.
SMPN 1 Badegan (4 Februari 2026): Brankas sekolah kembali dibobol dengan kerugian mencapai Rp 5,7 juta.
SDN 2 Gundik Slahung (12 Februari 2026): Meski sempat mengacak-acak ruangan, pelaku hanya berhasil membawa uang sebesar Rp 20 ribu.
SMKN 2 Ponorogo (14 Februari 2026): Aksi terakhir di Ponorogo sebelum tertangkap, menyasar sejumlah ruangan dengan total kerugian mencapai Rp 66 juta.
Akibat perbuatannya, para pelaku terancam dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman penjara di atas lima tahun. (nur).
