Gedung IPSI Ponorogo Bakal Bertaraf Nasional: Kapasitas 1500 Penonton dan 4 Matras Tanding
Gedung IPSI Ponorogo Bakal Bertaraf Nasional: Kapasitas 1500 Penonton dan 4 Matras Tanding
PONOROGO, Media Jatim News – Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Ponorogo segera memiliki fasilitas olahraga yang representatif. Rencana pembangunan Gedung IPSI bertaraf nasional resmi dipaparkan dalam pertemuan lintas sektoral di Kantor BPN Ponorogo, Selasa (2/2).
Gedung yang dirancang sebagai pusat kegiatan pencak silat ini diproyeksikan memiliki kapasitas hingga 1.500 penonton. Keunggulan utamanya adalah ketersediaan 4 matras pertandingan sekaligus, yang memungkinkan penyelenggaraan turnamen skala besar secara efisien.
Pembangunan gedung IPSI nanti akan dilakukan oleh Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Kementerian PU di Surabaya, menggunakan anggaran APBN estimasi kurang lebih Rp. 62 milyar.
Pemaparan ini dihadiri langsung oleh Ketua IPSI Ponorogo, H. Miseri Effendy, beserta jajaran pengurus, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, serta Kepala BPN Ponorogo beserta jajarannya.
Fasilitas Lengkap dan Desain Modern
Dari Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPU PKP) Ponorogo, menjelaskan bahwa perencanaan gedung ini telah mempertimbangkan berbagai aspek teknis dan kenyamanan.
Selain area tanding, gedung ini juga akan dilengkapi dengan fasilitas penunjang seperti area kuliner.
"Rencananya gedung IPSI ini nanti levelnya nasional. Terdiri dari empat matras dengan kapasitas penonton 1.500 penonton," paparnya.
Ia juga menambahkan bahwa desain bangunan tetap mengedepankan kearifan lokal dengan menyentuh sisi estetika khas Ponorogo.
"Kami mencoba membawa napas Reog di dalam tampak desain bangunannya," tambahnya.
Sinergi Lintas Sektoral
Pertemuan di Kantor BPN ini menjadi langkah krusial dalam memastikan kesiapan lahan dan administrasi pembangunan.
H. Miseri Effendy menyambut positif progres perencanaan ini. Menurutnya, keberadaan gedung bertaraf nasional sangat dinantikan untuk mencetak atlet-atlet berprestasi dari "Bumi Reog".
Selain fokus pada fasilitas olahraga, dalam revisi terbaru juga dimasukkan rencana jalur layanan kesehatan dan sistem hidran untuk keamanan gedung.
Hal ini dilakukan guna memenuhi standar teknis bangunan gedung olahraga modern sesuai arahan kementerian terkait. (nur)

