Ratusan Sopir Dump Truk "Geruduk" Gedung Dewan, Ketua DPRD Ponorogo: Kami Siap Fasilitasi Aspirasi Tambang
Ratusan Sopir Dump Truk "Geruduk" Gedung Dewan, Ketua DPRD Ponorogo: Kami Siap Fasilitasi Aspirasi Tambang
PONOROGO, Media Jatim News – Ratusan sopir dump truk pengangkut pasir yang tergabung dalam Paguyuban Reog Dump Truk melakukan aksi orasi damai di depan Gedung DPRD Ponorogo, Kamis (15/1).
Kedatangan mereka bertujuan untuk menuntut kejelasan terkait pembukaan kembali aktivitas pertambangan di wilayah Ponorogo yang dinilai macet dalam beberapa bulan terakhir.
Setelah melakukan orasi dengan tertib, perwakilan massa diterima langsung oleh Ketua DPRD Ponorogo, Dwi Agus Prayitno, di ruang pertemuan gedung dewan.
Mereka diterima lewat rapat dengar pendapat umum pimpinan dan komisi C DPRD kabupaten Ponorogo.
Para sopir mengeluhkan sulitnya mencari nafkah karena banyak titik tambang yang tidak beroperasi, sehingga berdampak pada ekonomi keluarga mereka.
Dalam audiensi tersebut, perwakilan sopir mengungkapkan bahwa mereka sudah sekitar dua bulan tidak bisa bekerja secara maksimal. Mereka berharap pemerintah daerah dan pihak terkait memberikan solusi agar aktivitas pengangkutan material pasir dan batu bisa kembali normal tanpa hambatan legalitas yang memberatkan.
Menanggapi tuntutan tersebut, Ketua DPRD Ponorogo Dwi Agus Prayitno menyatakan dukungannya terhadap keberlangsungan ekonomi para sopir, namun tetap menekankan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi yang ada.
"Kami menerima aspirasi dari teman-teman pengemudi dump truk. Intinya mereka mengeluh sudah dua bulan ini tidak bisa bekerja maksimal. Kami akan berupaya menjembatani komunikasi antara pelaku usaha tambang, pemerintah daerah, dan pihak kepolisian agar ada solusi yang saling menguntungkan," ujar Dwi Agus Prayitno.
Ia juga menambahkan bahwa para sopir telah berkomitmen untuk menaati aturan teknis di lapangan jika aktivitas tambang kembali normal.
"Tadi sudah disepakati beberapa poin, seperti tidak membawa muatan yang melebihi kapasitas (overload), mengatur jam operasional agar tidak mengganggu waktu sekolah anak-anak, serta memastikan bak truk tertutup terpal saat melintas di jalan raya. Jika semua mematuhi aturan, tentu gesekan dengan masyarakat bisa diminimalisir," imbuhnya.
Langkah Selanjutnya, DPRD Ponorogo berjanji akan segera berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) dan instansi terkait untuk meninjau kembali izin-izin tambang yang ada, serta memastikan kelas jalan di Ponorogo tetap terjaga meski dilalui kendaraan berat.
Aksi yang berlangsung sejak pagi hari tersebut berakhir dengan tertib. Informasi didapat jumlah truck ada 617 yang sebelumnya memadati jalan di sekitar gedung dewan dan di dalam lapangan alon-alon Ponorogo akhirnya membubarkan diri setelah mendapatkan penjelasan dari pimpinan legislatif. (nur)

