Sebut Nama Sekolah Saat Curi Kotak Amal, Kasus Pelajar di Karanglo Kidul, Jambon Berakhir Damai dan Akan Dipulangkan ke Sumatera
Sebut Nama Sekolah Saat Curi Kotak Amal, Kasus Pelajar di Karanglo Kidul, Jambon Berakhir Damai dan Akan Dipulangkan ke Sumatera
PONOROGO, Media Jatim News – Jagat maya sempat dihebohkan dengan beredarnya video seorang pelajar berinisial DAP (14) yang tertangkap basah mencuri kotak amal di Musholla Bani Ismail Kelurahan Mangunsuman, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, pada Rabu (11/3) kemarin.
Dalam video tersebut, pelajar tersebut mengaku sebagai siswa MTSN 4 Ponorogo, yang kemudian memicu reaksi keras dari pihak lembaga pendidikan terkait.
Menindaklanjuti hal tersebut, pihak MTSN 4 Ponorogo bersama Pemerintah Desa Karanglo Kidul menggelar musyawarah untuk mencari kebenaran dan menyelesaikan masalah tersebut secara kekeluargaan. Pertemuan ini berlangsung di Balai Desa Karanglo Kidul pada Jumat (13/3).
Klarifikasi Pihak Sekolah
Kepala Sekolah MTSN 4 Ponorogo, Alip Budiono, S.Ag, menegaskan bahwa remaja tersebut bukanlah bagian dari siswanya. Dalam mediasi tersebut, ia menyampaikan rasa terima kasih atas penyelesaian masalah yang berjalan kondusif.
"Alhamdulillah, saya Alip Budiono, Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri 4 Ponorogo. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang sudah ikut membantu menyelesaikan kekeluargaan terkait peristiwa teruploadnya video atas nama DAP," ujar Alip Budiono.
"Di medsos itu dia menyatakan sebagai siswa MTSN 4 Ponorogo saat melakukan pencurian, namun sebenarnya dia adalah bukan siswa MTSN 4 Ponorogo. Sekali lagi, dia bukan siswa kami. Semoga mediasi di bulan Ramadan ini membawa berkah dan kebaikan bagi semua pihak," tambahnya.
Sepakat Damai dan Pemulangan ke Sumatera
Musyawarah tersebut juga dihadiri oleh Kepala Desa Karanglo Kidul Ibu Islami, Kepala MTSN 4 , jajaran pengajar, Sekdes, Babinsa, serta perwakilan media.
Mengingat usia DAP yang masih di bawah umur, semua pihak sepakat untuk menempuh jalan damai.
Sebagai bentuk pertanggungjawaban, DAP telah meminta maaf secara resmi kepada pihak MTSN 4 Ponorogo melalui dokumentasi video.
Mengingat DAP selama ini tinggal bersama nenek dan saudaranya di Karanglo Kidul sementara orang tuanya berada di luar pulau, pihak desa dan keluarga sepakat untuk memulangkan DAP ke orang tuanya di Sumatera.
Himbauan Kepala Desa Karanglo Kidul
Kepala Desa Karanglo Kidul, Ibu Islami, menyatakan dukungannya terhadap langkah perdamaian ini demi masa depan anak yang bersangkutan.
"Kami dari pihak pemerintah desa memfasilitasi pertemuan ini agar masalah tidak berlarut-larut. Mengingat yang bersangkutan masih di bawah umur, kami harap ini menjadi pelajaran berharga bagi DAP dan juga bagi kita semua," ungkap Ibu Islami.
Islami juga memberikan himbauan kepada masyarakat luas, khususnya warga Karanglo Kidul: "Saya menghimbau kepada orang tua dan wali agar lebih memperketat pengawasan terhadap pergaulan anak-anak kita. Mari kita gunakan media sosial dengan bijak dan jangan mudah memberikan pernyataan yang merugikan pihak lain atau instansi tertentu tanpa bukti yang jelas."
Pertemuan yang berakhir haru tersebut ditutup dengan penandatanganan kesepakatan damai, memastikan bahwa permasalahan identitas sekolah ini telah tuntas secara kekeluargaan. (nur).

