Cegah Maut Terulang! Warga Brahu, Ponorogo Kompak Cor Rel Kereta 'Nongol' di Simpang Empat
Cegah Maut Terulang! Warga Brahu, Ponorogo Kompak Cor Rel Kereta 'Nongol' di Simpang Empat
PONOROGO, Media Jatim News – Keprihatinan mendalam menyelimuti warga Desa Brahu, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo. Berangkat dari rasa kemanusiaan akibat rentetan kecelakaan yang kerap menelan korban jiwa, warga setempat memutuskan untuk tidak tinggal diam.
Pada Jumat (24/4/2026), puluhan warga turun ke jalan melakukan aksi gotong royong mengecor berem jalan di sekitar Simpang Empat Brahu, jalan Raya Jabung - Siman.
Fokus utama kerja bakti ini adalah menutup tonjolan rel kereta api tua yang berada di pinggir aspal. Diketahui, sisa rel tersebut menonjol sekitar 5 hingga 10 cm, yang menjadi "jebakan" mematikan bagi pengendara motor, terutama saat kondisi licin atau malam hari.
Tragedi Maut Menjadi Pemicu
Aksi heroik warga ini bukan tanpa alasan. Ingatan publik masih segar akan tragedi memilukan pada Minggu (29/3) lalu, di mana dua remaja harus meregang nyawa di lokasi tersebut. Korban terjatuh setelah terpeleset tonjolan rel dan seketika terlindas bus pariwisata yang melintas.
Tokoh masyarakat Desa Brahu, Boyadi, membenarkan bahwa lokasi tersebut memang menjadi titik rawan kecelakaan yang menghantui pengguna jalan.
"Memang benar, Mas. Di lokasi itu sering sekali terjadi kecelakaan. Bahkan beberapa pekan yang lalu sampai ada korban meninggal dunia di tempat," ungkap Boyadi kepada awak media di sela-sela kegiatan.
Gotong Royong Demi Keselamatan
Pantauan di lapangan menunjukkan antusiasme warga yang bahu-membahu dan menutup celah rel yang membahayakan. Meski dilakukan secara swadaya, warga merasa hal ini mendesak dilakukan demi nyawa orang banyak.
Seorang warga yang ikut berpanas-panasan mencangkul material, namun enggan disebut namanya, mengungkapkan harapannya agar pemerintah tidak tutup mata terhadap kondisi infrastruktur di wilayah tersebut.
"Kami sangat berharap ada campur tangan pihak terkait untuk pengawasan dan perawatan jalan rusak ini. Jangan sampai menunggu ada korban lagi baru bertindak. Kami ingin pengguna jalan merasa nyaman dan aman," tuturnya penuh harap.
Apresiasi dari Pihak Kepolisian
Langkah proaktif warga Desa Brahu ini mendapat apresiasi tinggi dari jajaran Kepolisian Sektor Siman yang turut hadir mengawal jalannya kerja bakti.
Kapolsek Siman, AKP Nanang Budianto, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepedulian warga yang secara mandiri melakukan perbaikan sementara (pengecoran berem) demi ketertiban lalu lintas.
"Terima kasih kepada semua pihak dan warga Brahu yang hari ini bergotong royong. Semoga apa yang dilakukan ini bermanfaat luas, dan para pengguna jalan bisa terhindar dari hal-hal yang menyebabkan terpeleset atau jatuh," pungkas AKP Nanang.
Kini, dengan tertutupnya tonjolan rel tersebut, diharapkan Simpang Empat Brahu tidak lagi menjadi momok menakutkan bagi masyarakat Ponorogo yang melintas.
Namun, warga tetap berharap adanya perbaikan permanen dari dinas terkait agar kualitas jalan tetap terjaga dalam jangka panjang. (nur).

