BREAKING NEWS

Ratusan Sopir Dump Truk "Geruduk" Gedung DPRD Ponorogo, Tuntut Tambang Dibuka Kembali

Ratusan Sopir Dump Truk "Geruduk" Gedung DPRD Ponorogo, Tuntut Tambang Dibuka Kembali


PONOROGO, Media Jatim News – Ratusan sopir dump truk yang tergabung dalam komunitas sopir lokal melakukan aksi damai di depan Gedung DPRD Ponorogo, Kamis (15/1). 

Dengan membawa armada truk mereka, para sopir ini menuntut keadilan serta meminta wakil rakyat untuk segera mencarikan solusi atas penutupan tambang yang membuat mereka kehilangan mata pencaharian.

Suasana di depan gedung wakil rakyat tersebut tampak riuh dengan suara klakson dan orasi yang berapi-api. Para sopir merasa terhimpit ekonomi lantaran sudah cukup lama tidak bisa bekerja secara normal.

Dalam orasinya yang memecah kerumunan, salah satu perwakilan sopir menyampaikan kekecewaannya dengan bahasa yang lugas dan menyentuh. Ia mengungkapkan bahwa para sopir dan pekerja tambanglah yang selama ini berkontribusi nyata dalam pembangunan infrastruktur, namun kini justru nasibnya terabaikan.

"Dalan-dalan dadi alus, ora ngerti kabeh nek sing mboyong kowe-kowe iki! Sing kontribusi nggih para-para niki, boten nopo boten? (Jalan-jalan menjadi halus, tidak tahu kalau yang mengangkut itu kami semua! Yang berkontribusi ya orang-orang ini, betul atau tidak?)" seru sang orator dari atas bak truk yang disambut teriakan setuju dari ratusan massa.

Ia juga menambahkan bahwa kondisi ekonomi para sopir saat ini sudah dalam tahap kritis.

"Awake dhewe niki badhe sambat, duwe uneg-uneg, duwe tuntutan... Wis sasi-sasian awake dhewe ora kerja! (Kita ke sini mau mengeluh, punya aspirasi, punya tuntutan... Sudah berbulan-bulan kita tidak bekerja!)" lanjutnya.

Kedatangan massa ini bertujuan untuk "wadul" atau mengadu kepada anggota DPRD Ponorogo agar memberikan kepastian hukum dan izin operasional bagi tambang-tambang di wilayah tersebut. 

Mereka menilai penutupan tambang yang berlarut-larut hanya menambah angka pengangguran dan kemiskinan bagi masyarakat kecil.

"Buka tambang! Buka tambang!" menjadi yel-yel utama yang terus diteriakkan sepanjang aksi berlangsung. Para sopir berharap DPRD Ponorogo tidak menutup mata dan segera memanggil pihak terkait untuk menata kembali regulasi pertambangan agar mereka bisa kembali bekerja menghidupi keluarga.

Pantauan di lokasi, para sopir peserta aksi damai tersebut juga membawa benner bertuliskan, 'Tolong tambang dibuka, Anak istri kami kelaparan, 'Kami rakyat kecil meminta keadilan, buka kembali tambang yang sudah memberi kami makan'.

Hingga berita ini diturunkan, perwakilan massa masih melakukan audiensi dengan anggota DPRD untuk menyampaikan poin-poin tuntutan mereka secara resmi. (nur).

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar