Atasi Stunting dan Sanitasi Buruk, Program Sanimas Tiba di Desa Sraten, Anggota DPR RI Ali Mufti: "Masyarakat Sehat, Negara Kuat"
Atasi Stunting dan Sanitasi Buruk, Program Sanimas Tiba di Desa Sraten, Anggota DPR RI Ali Mufti: "Masyarakat Sehat, Negara Kuat"
SRATEN, JENENGAN, PONOROGO – Masyarakat Desa Sraten, Kecamatan Jenangan, kini dapat bernapas lega dengan diresmikannya program Sanimas (Sanitasi Berbasis Masyarakat) di desa mereka pada hari Sabtu (29/11).
Program ini bertujuan mengatasi permasalahan sanitasi, air bersih, dan penanganan limbah yang menjadi akar masalah kesehatan seperti stunting dan penyakit lainnya.
Peresmian program ini dihadiri dan dikunjungi langsung oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Bapak H. Ali Mufti, yang turut menyerahkan bantuan kepada keluarga penerima manfaat.
Sanimas Jadi Solusi Komprehensif
Dalam sambutannya, Bapak Ali Mufti menekankan pentingnya program ini sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
"Program Sanimas ini merupakan salah satu rangkaian program pemerintah, bersama dengan Pamsimas (air) dan BSPS (rumah layak huni), yang hadir untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan dan lingkungan di desa-desa. Tujuannya jelas: jika masyarakat kita sehat, terhindar dari penyakit akibat sanitasi yang buruk, maka negara kita akan menjadi kuat. Ini adalah investasi jangka panjang untuk generasi mendatang," ujar H. Ali Mufti.
Program Sanimas di Desa Sraten ditujukan untuk menangani pembuangan limbah yang selama ini tidak tertata, serta membantu keluarga miskin untuk mendapatkan fasilitas sanitasi yang layak.
Ungkapan Syukur disampaikan Kepala Desa Sraten, atas nama penerima manfaat mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan Sanimas ini.
"Atas nama pemerintah desa kami menyampaikan ucapan terimakasih kepada Bapak Ali Mufthi atas program sanimas pada warganya. Semoga bantuan ini bermanfaat dan menambah kesehatan," ungkapnya.
Selain itu, di desa Sraten masih mengharapkan ada program lainnya, seperti jembatan di desanya sepanjang 70 meter belum ada pengamannya, masuk dalam pengairan bbws Solo.
Senada disampaikan salah satu penerima manfaat, bantuan ini dirasakan sangat penting dan memberikan dampak besar bagi kehidupan sehari-hari keluarganya.
"Alhamdulillah, sebagai warga desa, kami menerima Sanimas yang dikunjungi langsung oleh Bapak H. Ali Mufti. Bantuan ini sangat bermanfaat dan sangat berguna bagi masyarakat miskin seperti kami, khususnya satu keluarga kami. Sekarang kami memiliki sanitasi yang lebih baik," ungkap penerima manfaat.
Program Sanimas diharapkan dapat menjadi langkah awal yang signifikan dalam mewujudkan lingkungan desa yang lebih bersih, sehat, dan bebas dari permasalahan kesehatan kronis seperti stunting (dulu disebut idiot dalam istilah lokal) yang diakibatkan oleh kurangnya sanitasi dan air bersih.
Pada kesempatan tersebut, atas usulan dan aspirasi dari masyarakat dilakukan peresmian beberapa program yang telah dilaksanakan, Desa Sraten - Splads, desa Kemiri - Splads, Desa Tanjungsari P3-TGAI,, Desa Panjeng-P3-TGAI, Desa Plalangan P3-TGAI, Desa Pondok - Babadan P3-TGAI dan Desa Kertosari, Babadan P3-TGAI. (nur).



