BREAKING NEWS

Simaan Al-Qur’an Awali Rangkaian Grebeg Tutup Suro Bantarangin 2025 di Kauman Ponorogo

Simaan Al-Qur’an Awali Rangkaian Grebeg Tutup Suro Bantarangin 2025 di Kauman Ponorogo


PONOROGO, Media Jatim News  - Tradisi Semaan Al-Qur’an kembali menjadi pembuka dalam rangkaian kegiatan Grebeg Tutup Suro Bantarangin tahun 2025 di Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo. 

Kegiatan religius ini digelar di Pendopo Kecamatan Kauman pada Jumat (18/7) dan berlangsung sejak usai salat Subuh hingga khatam pada pukul 16.30 WIB.

Semaan Al-Qur’an atau pembacaan Al-Qur’an secara hafalan dan disimak oleh jamaah merupakan warisan tradisi masyarakat Jawa yang masih lestari, khususnya di wilayah Ponorogo. 

Kegiatan ini tak hanya menjadi ungkapan rasa syukur, tetapi juga sebagai bentuk doa bersama untuk memohon keberkahan dalam menyambut bulan baru dan kelancaran rangkaian kegiatan budaya ke depan, rasa syukur dilakukan potong tumpeng.

Camat Kauman, Toni Khristiawan, menjelaskan bahwa Simaan Al-Qur’an menjadi titik awal kegiatan yang bersifat spiritual dalam rangkaian Grebeg Tutup Suro Bantarangin 2025.

“Hari ini merupakan hari pertama rangkaian kegiatan Grebeg Tutup Suro Bantarangin tahun 2025, diawali dengan Simaan Al-Qur’an, dan akan berakhir pada 26 Juli 2025 dengan Kirab Pawai Budaya,” jelasnya.

Menurut Toni, kekuatan spiritual sangat penting untuk menyertai suksesnya setiap kegiatan budaya dan sosial yang akan dilaksanakan. 

“Semoga semua kegiatan nanti diberikan kelancaran, kesuksesan, serta berjalan aman dan kondusif,” ujarnya penuh harap.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa perhelatan Grebeg Tutup Suro tahun ini memiliki beberapa elemen baru yang ditambahkan agar lebih menarik dan berdampak bagi masyarakat, terutama dalam aspek ekonomi dan pelestarian budaya.

“Secara umum masih sama dengan tahun lalu, namun tahun ini ada hal baru untuk menambah animo masyarakat. Di antaranya, kita hadirkan industri musik yang akan tampil di Pasar Sumoroto dan atraksi memanah berkuda di Lapangan Nongkodono,” ungkap Toni.

Tak hanya itu, potensi pelaku UMKM lokal juga diberi panggung maksimal agar bisa berpartisipasi dan meningkatkan perputaran ekonomi. “Mari manfaatkan momentum ini untuk menampilkan produk-produk unggulan dari Kauman dan sekitarnya, sehingga ekonomi rakyat semakin bergerak,” imbuhnya.

Sebagai bentuk sinergi, kegiatan Grebeg Tutup Suro tahun ini melibatkan seluruh desa di Kecamatan Kauman serta didukung penuh oleh desa-desa di eks Kawedanan Sumoroto, yakni Kecamatan Badegan, Jambon, Sukorejo, dan Sampung.

“Mari kita dukung dan sukseskan acara ini bersama-sama dengan penuh antusias dan tetap menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung,” ajaknya.

Dengan kolaborasi antara kekuatan spiritual dan semangat pelestarian budaya serta pemberdayaan ekonomi, Grebeg Tutup Suro Bantarangin 2025 diharapkan menjadi momentum membanggakan bagi masyarakat Kauman dan sekitarnya. (nur).

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar