Desa Sendang, Ponorogo, Dapat Program P3TGAI untuk Tingkatkan Irigasi Pertanian
Desa Sendang, Ponorogo, Dapat Program P3TGAI untuk Tingkatkan Irigasi Pertanian
PONOROGO, Media Jatim News – Desa Sendang, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, mendapat salah satu penerima manfaat Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo.
Program yang diinisiasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas jaringan irigasi guna mendukung produktivitas pertanian masyarakat.
Dengan terealisasinya program P3TGAI, petani Desa Sendang kini memiliki harapan besar untuk meningkatkan hasil panen dan kesejahteraan ekonomi mereka.
Program ini sekaligus menjadi bukti nyata pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun infrastruktur yang tepat guna dan berkelanjutan.
Kepala Desa Sendang, Taufiq Qurohman, melihat langsung lokasi pekerjaan pembangunan saluran irigasi di Dukuh Janti RT 02 RW 01.
Ia memastikan pembangunan berjalan sesuai standar dan memberikan manfaat optimal bagi petani setempat.
"Pekerjaan ini dilakukan oleh para petani yang tergabung dalam Pokmas Hippa, di bawah kepemimpinan Dwi Suprapto," jelasnya.
Taufiq Qurohman juga menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah pusat dan pihak BBWS.
“Atas nama Pemerintah Desa Sendang, saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Pusat, Provinsi, dan BBWS atas program P3TGAI Tahun 2024 ini,” ujarnya.
Pun, Program ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat tani melalui optimalisasi pengairan lahan pertanian. Irigasi yang baik menjadi kunci produktivitas, terutama untuk komoditas utama yang dikelola oleh para petani di Desa Sendang.
Dia juga menjelaskan, program pembangunan irigasi ini juga mengatasi kendala pengairan di area persawahan, yang sebelumnya sering tersendat, sehingga mengurangi produktivitas lahan pertanian.
Dikatakan, pembangunan jaringan irigasi di Dukuh Janti dilaksanakan melalui anggaran sebesar Rp 195 juta.
"Program ini mengadopsi metode Padat Karya Tunai (PKT), di mana pengerjaan dilakukan langsung oleh masyarakat setempat, khususnya para perkumpulan petani pemakai air (P3A)," ujarnya.
Sementara Ketua Pokmas Hippa, Dwi Suprapto, mengungkapkan rasa syukurnya atas terealisasinya program tersebut.
"Saya, atas nama petani, mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat, daerah, dan BBWS. Program ini sangat membantu kami, baik melalui lapangan kerja dari PKT maupun kelancaran pengairan sawah setelah pembangunan jaringan irigasi ini selesai,” pungkasnya. (nur).

