Gubernur Jatim Gelontor Bantuan Keuangan Khusus Rp 30 M, Dukung Pembangunan Monumen Reyog Ponorogo
PONOROGO, Media Jatim News - Pembangunan Monumen Reyog Ponorogo (MPR) dan Museum Peradaban di kawasan Gunung Gamping Desa Sampung Kecamatan Sampung Kabupaten Ponorogo menjadi daya tarik kunjungan kerja (kunker) Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, pada Jum'at (3/3/2023).
Didampingi Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko dan sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi (Pemprov), orang nomor satu di Jawa Timur (Jatim) ini melihat langsung progres pekerjaan proyek .
Setelah melihat maket dan lokasi monumen reyog, Gubernur Khofifah mengaku kagum dengan proyeksi kedepannya.
“Monumen Reog Ponorogo ini kan sesuatu yang melegenda dan sesuatu yang resonansinya internasional,” kata Gubernur Khofifah.
Bahkan, Khofifah mengaku, untuk mendukung pembangunan Monumen Reyog ini, Pemprov menggelontorkan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) sebesar Rp 30 miliar.
Karena, memiliki tinggi 126 meter. Bahkan, Monumen Reyog juga berada di kawasan strategis.
Yakni dapat terkoneksi dengan wisata Telaga Sarangan Kabupaten Magetan, dan Tawangmangu Karanganyar serta Waduk Gajah Mungkur Wonogiri Provinsi Jawa Tengah.
"Kira-kira November 2024 ini bisa selesai dan sebaiknya di wing kanan kirimya bisa dibangun hotel bintang 4, karena konektivitas dari sini sekitar 30 menitan. Ini artinya potensial marketnya luar biasa,” terang Khofifah.
Gubernur juga bakal mengupayakan menggandeng Kementrian Pekerjaan Umum Perumahan Kawasan Rakyat (KemenPUPR) untuk memperlebar akses jalan menuju kawasan ini.
"Kalau ada kaitan dengan jalan bisa. Jadi lebar jalannya di atas 7 meter. Nah untuk bangunan sayap-sayap bangunan yang lainnya ini saya berharap untuk Pak Bupati bisa mencari investor untuk pembangunannya," sebutnya.
Sementara itu, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko mengaku pada tahap awal pembangunan MRP dengan nilai anggaran Rp 35 miliar ini, akan dibangun hotel dan monumen Reog dengan total ketinggian 126 meter.
Sementara untuk bangunan museum peradaban dan areal parkir serta fasilitas lainnya, akan dilakukan pada 2024 mendatang.
Ground Breaking (pemasangan batu pertama) proyek MRP sendiri direncanakan akan dilakukan minggu depan.
"Jadi tahap awal ini kerangka bangunan hotel dan monumennya, luas area 29 hektar total. Setelah itu kerangka museum. Setelah itu untuk sayap-sayapnya baru nanti 2024. Pekerjaan fisik minggu depan sudah bisa dimulai," akunya.
Seperti diketahui, Pemkab Ponorogo membangun Monumen Reyog dengan sistem multiyear dan anggaran mencapai Rp 85 miliar.
Gelontoran dana ini akan dibagi dalam tiga tahap. Pada tahun pertama akan dikeluarkan dana Rp 30 miliar, kemudian tahun kedua Rp 25 miliar, dan tahun ketiga Rp 30 miliar.
Tokoh masyarakat Sampung Tukimin Emblek mengaku warga senang dan mendukung pembangunan MRP.
Kendati demikian, ia berharap Pemkab tetap memberikan lahan tersendiri bagi warga untuk tetap bisa menambang Gamping di Giri Seto.
"Kita sangat mendukung sekali. Karena ini kelasnya dunia. Tapi kalau bisa warga itu diberikan lahan untuk tetap bisa menambang jadi biar tetap bisa bekerja begitu," tukasnya. (nur)
Posting Komentar