Tragis! Niat Padamkan Kebakaran Lahan di Mlarak Ponorogo, Seorang Petani Tewas Terbakar
Tragis! Niat Padamkan Kebakaran Lahan di Mlarak Ponorogo, Seorang Petani Tewas Terbakar
PONOROGO, Mediajatimnews.com – Nasib naas menimpa Purwanto (65), seorang petani warga Dukuh Bajang, Desa Bajang, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo. Ia ditemukan meninggal dunia dengan kondisi sebagian tubuhnya terbakar di area persawahan miliknya pada Minggu (18/10/2026) sore.
Kematian korban diduga akibat terjebak kobaran api saat berusaha memadamkan kebakaran tanaman jagung di area persawahan di Senggang Pluntur, Dukuh Bajang.
Kapolsek Mlarak, AKP Hariyadi, S.H., M.H., membenarkan insiden tragis tersebut. Ia mengungkapkan bahwa peristiwa bermula ketika korban berangkat ke sawah untuk membersihkan sisa panen.
"Peristiwa berawal sekira pukul 13.00 WIB saat korban berangkat dari rumah menuju sawah miliknya. Sesampainya di lokasi, korban membakar tebon atau batang jagung kering sisa panen di lahan seluas kurang lebih 1.400 meter persegi," ujar Kapolsek Mlarak, AKP Hariyadi, S.H., M.H.
Namun, situasi menjadi tak terkendali lantaran tiupan angin yang cukup kencang di lokasi kejadian. Kobaran api membumbung tinggi dan dengan cepat merembet ke lahan milik tetangganya yang belum dipanen.
"Karena angin cukup kencang, api merembet membakar tanaman jagung milik warga lain. Korban yang melihat hal tersebut berusaha memadamkan api seorang diri. Namun, karena api tidak bisa dikendalikan dan membesar, api justru membakar tubuh korban hingga mengakibatkan meninggal dunia di tempat," lanjut AKP Hariyadi menjelaskan kronologis kejadian.
Kejadian baru diketahui sekitar pukul 15.00 WIB oleh saksi Suryani (48) yang saat itu hendak pergi ke sawah. Saksi mendapati korban sudah dalam posisi tergeletak di tanah dengan kondisi sebagian tubuh terbakar dan tak bernyawa.
Saksi lantas berteriak meminta bantuan warga sekitar dan melaporkan kejadian ini ke Polsek Mlarak.
Petugas gabungan dari Polsek Mlarak, Unit Identifikasi (Inafis) Satreskrim Polres Ponorogo, KA SPKT, serta tim medis dari Puskesmas Mlarak langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah TKP dan pemeriksaan luar terhadap jenazah.
Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan barang bukti berupa satu buah sabit serta sisa pakaian milik korban.
Berdasarkan hasil olah TKP dan pemeriksaan medis, korban dipastikan meninggal dunia akibat luka bakar hebat pada tubuhnya dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain.
Pihak keluarga korban menyatakan telah menerima insiden ini sebagai musibah serta menolak dilakukan autopsi (Visum et Repertum) yang dituangkan dalam surat pernyataan resmi.
Jenazah selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di pemakaman umum setempat. (nur).
