Diduga Istri Selingkuh Saat Ditinggal Kerja ke Malaysia, Suami di Ponorogo Ratakan Rumah Mewah Rp250 Juta Pakai Bego!
Diduga Istri Selingkuh Saat Ditinggal Kerja ke Malaysia, Suami di Ponorogo Ratakan Rumah Mewah Rp250 Juta Pakai Bego!
PONOROGO, Mediajatimnews.com – Emosi tak terbendung membuat seorang pria berinisial Sar, warga Dukuh Sidowayah, Desa Sidoharjo, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, nekat mengambil langkah ekstrem.
Rumah bernilai ratusan juta rupiah yang dibangun dari tetes keringatnya sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia, akhirnya dirobohkan hingga rata dengan tanah menggunakan alat berat (bego), Minggu (18/10/2026).
Proses pembongkaran dengan alat berat dimulai tepat pukul 08.00 WIB dan berakhir sekitar pukul 10.00 WIB. Aksi perobohan rumah berukuran 6x10 meter tersebut mendadak viral di media sosial dan disaksikan oleh puluhan warga sekitar yang antusias mengabadikan momen langka itu melalui kamera ponsel.
Kronologi Perselingkuhan Terbongkar
Kisah pilu ini bermula saat Sar, merantau membanting tulang di Malaysia sejak tahun 2022 demi menafkahi keluarga dan membangun rumah impian. Setiap bulannya, Sar, rajin mengirimkan uang hingga total biaya pembangunan rumah tersebut ditaksir menghabiskan dana lebih dari Rp250 juta.
Namun, pengorbanan Sar, justru dibalas kekecewaan mendalam. Pada akhir Agustus 2026 lalu, warga setempat mengamankan seorang pria berstatus duda, yang tak lain merupakan tetangga sendiri, keluar dari rumah istri Puj, pada pagi hari.
Setelah dilakukannya mediasi di tingkat lingkungan, Puj, dan pria simpanannya akhirnya tak bisa mengelak dan mengakui perbuatan terlarang tersebut. Mendengar kabar duka dari tanah air, Sar, langsung memutuskan pulang dari Malaysia dan mengembalikan P kepada orang tuanya.
Gagal Mediasi hingga Berakhir Tragis
Sebelum mendatangkan alat berat, Sar, sempat memberikan opsi ganti rugi biaya pembangunan rumah gono-gini tersebut kepada pihak Puj. Namun, hingga batas waktu yang disepakati, pihak keluarga Puj, tidak sanggup memenuhi tuntutan tersebut.
Pemerintah Desa Sidoharjo Kamituwo sebenarnya telah berusaha memediasi kedua belah pihak. Mengingat pasangan ini telah dikaruniai buah hati, perangkat desa sempat menyarankan agar rumah tersebut dihibahkan untuk masa depan sang anak. Sayangnya, karena tidak adanya titik temu dan perjanjian tertulis, upaya damai tersebut menemui jalan buntu.
Geram dengan situasi yang ada, Sar mulai mencicil pembongkaran rumah pada Sabtu sore (10/10/2026) secara manual. Bagian bangunan seperti genting, usuk, kusen, pintu, hingga jendela yang masih bisa dipakai dilepas dan diboyong ke rumah orang tua Sar.
Rata dengan Tanah dalam Dua Jam
Puncaknya terjadi pada Minggu pagi (18/10/2026). Satu unit alat berat bego didatangkan ke lokasi untuk meruntuhkan sisa dinding dan struktur beton bangunan yang berdiri megah sejak 2023 tersebut.
"Iya mas, tadi sekitar pukul 08.00 WIB alat berat bego mulai bongkar bangunan. Pelaksanaan pembongkaran rumah berjalan dengan lancar dan aman," ujar Rendra, warga setempat saat ditemui di lokasi kejadian.
Proses perobohan bangunan berlangsung cepat dan kondusif tanpa kendala berarti. Tepat pada pukul 10.00 WIB, rumah berbiaya ratusan juta rupiah hasil jerih payah perantauan di negeri jiran itu resmi rata dengan tanah, meninggalkan puing-puing sisa kenangan pahit biduk rumah tangga mereka. (nur)

