BREAKING NEWS

Pamit Penuh Haru: 14 Tahun Mengabdi, Djimanto Titip Sejarah Desa Blembem dan Tetap Open Diajak Ngopi

Pamit Penuh Haru: 14 Tahun Mengabdi, Djimanto Titip Sejarah Desa Blembem dan Tetap Open Diajak Ngopi

​

DESA BLEMBEM, JAMBON, PONOROGO — Suasana haru menyelimuti Pendopo Balai Desa Blembem pada Senin malam (14/9/2026). Dalam acara serah terima jabatan (sertijab) kepada Penjabat (Pj) Kepala Desa Joko Agus Susilo, S.S.T., M.S.i., Kepala Desa Blembem purna tugas, Djimanto, resmi mengakhiri masa pengabdiannya yang terhitung sejak 2012 hingga 2026, tepatnya di hari Minggu, tanggal 13 September 2026.

​Selama 14 tahun memimpin, kepemimpinan Djimanto meninggalkan banyak jejak nyata. Selain masifnya pembangunan infrastruktur desa, ia konsisten menerapkan pelayanan masyarakat 24 jam serta sukses mengawal program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) hingga warga mengantongi sertifikat tanah sah.

​Dalam sambutan perpisahannya, Djimanto menyampaikan rasa terima kasih dan permohonan maaf yang mendalam kepada seluruh warga, perangkat desa, serta jajaran BPD, LPKD, RT/RW, PKK, dan kader kesehatan.

​"Secara pribadi dan keluarga, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya atas segala kekhilafan atau tutur kata yang kurang berkenan selama saya memimpin. Terima kasih atas kebersamaan dan kerja sama seluruh warga selama ini," tutur Djimanto dengan nada bergetar.

​

Abadikan Jasa Para Pendahulu

​Ada momen istimewa yang dipersiapkan Djimanto jelang akhir jabatannya. Demi merawat ingatan sejarah dan mengedukasi generasi muda, ia menginisiatif pengumpulan serta pemasangan foto para pemimpin Desa Blembem dari masa ke masa di dinding pendopo balai desa.

​Dalam kesempatan itu, ia merinci deretan nama tokoh yang pernah mengabdi sebagai Kepala Desa Blembem:

​1. Palang — Kepala Desa Blembem pertama.

​2. Mbah Mangun Sarimin — Pemimpin desa asal Dukuh Dusun, Desa Blembem.

​3. Mbah Jendul — Pemimpin desa asal Dukuh Kauman.

​4. Haji Thohir — Pemimpin desa asal Kedung Wetan, Kendal utara sungai/Dam Sungkur 

​5. Martorejo Rakimin — Kakek dari Djimanto asal Pujegan.

​6. Mbah Samun — Pemimpin desa asal Pujegan.

​Suparto Jimin — Ayahanda dari Djimanto yang menjabat periode 1954–1978.

​8. Samsudin Asrori — Menjabat sebagai caretaker (1978–1986), lalu terpilih sebagai Kades definitif (1986–1994).

​9. Sukaiman — Menjabat periode 1994–2012.

​10. Djimanto — Menjabat periode 2012–2026.

​"Pemasangan foto ini adalah bentuk penghormatan kita kepada para sepuh dan tokoh pendahulu. Agar generasi muda paham sejarah dan tidak melupakan siapa saja yang telah berjuang mengabdi untuk Desa Blembem," ungkapnya.

​

Tetap Dekat dengan Warga

​Meski sudah purna tugas dan kembali menjadi warga biasa, Djimanto menegaskan bahwa pintu silaturahmi tidak akan pernah tertutup. Hubungan emosional yang terbangun belasan tahun tak surut hanya karena berakhirnya masa jabatan.

​"Meski sudah tidak menjabat, saya tetap bagian dari desa ini. Kapan saja masyarakat berkehendak atau ingin ngobrol santai, saya selalu siap diajak ngopi-ngopi bareng," tutupnya disambut tepuk tangan hangat dari seluruh undangan yang hadir.

​Di akhir acara, Djimanto memberikan ucapan selamat bertugas kepada Pj. Kades Joko Agus Susilo. Ia berharap roda pemerintahan desa terus berjalan baik, amanah, dan membawa Desa Blembem ke arah yang makin maju. (nuryasin).

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar