BREAKING NEWS

Semarak HUT RI ke-81 dan Hari Jadi Ponorogo: Pemuda Dukuh Tengah, Karanglo Kidul Gelar Seni Gajah-Gajahan, Lintas Generasi Menyatu dalam Budaya

Semarak HUT RI ke-81 dan Hari Jadi Ponorogo: Pemuda Dukuh Tengah, Karanglo Kidul Gelar Seni Gajah-Gajahan, Lintas Generasi Menyatu dalam Budaya


PONOROGO, Media Jatim News — Wujud rasa cinta terhadap tanah air dan kelestarian budaya lokal ditunjukkan secara nyata oleh masyarakat Dukuh Tengah, Desa Karanglo Kidul, Kabupaten Ponorogo. 

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-81 sekaligus Hari Jadi Kabupaten Ponorogo ke-530, para pemuda bersama para orang tua setempat menggelar pertunjukan seni budaya khas Reog Land, yakni Seni Gajah-Gajahan, Selasa (4/8) malam.

Acara yang dipusatkan di kediaman Mbah Gumer (Bapak Kusnandar), tepat di sebelah Timur Balai Desa Karanglo Kidul, menampilkan seni Gajah-gajahan 'Krono Joyo' dari desa Ngrandu, acara dimulai pukul 20.00 WIB.

Simbol Persatuan Lintas Generasi

Ketua Panitia Kegiatan, Suyadi, menyampaikan bahwa pagelaran seni tradisi ini merupakan buah manis dari gotong royong dan kekompakan warga, khususnya gabungan antara pemuda dan generasi tua di lingkungan Timur Balai Desa.

"Alhamdulillah, kekompakan dan kerja sama pemuda serta orang tua di lingkungan kami terjalin sangat baik. Dukungan penuh mengalir dari semua pihak," ujar Suyadi penuh rasa syukur.

Ia juga mengapresiasi kerja keras seluruh panitia dan warga yang telah meluangkan waktu, baik siang maupun malam, untuk menyukseskan acara ini. "Saya atas nama panitia mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada semua yang terlibat secara sukarela melakukan kerja bakti, mulai dari menata panggung, mengelola area parkir, hingga menyiapkan lokasi kegiatan," tambahnya.

Hiburan Pengobat Rindu untuk Para Lansia

Selain mempererat silaturahmi, pertunjukan Seni Gajah-Gajahan ini juga disajikan sebagai sarana hiburan rakyat yang ramah untuk semua umur, khususnya para lanjut usia (lansia) di desa setempat.

Tokoh masyarakat Dukuh Tengah, Pak Salam, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif dan semangat anak-anak muda yang mau bergandengan tangan dengan para orang tua. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar panggung hiburan, melainkan benteng pertahanan budaya lokal.

"Ini hiburan kangge warga orang tua (lansia) khususnya, dan pemuda pada umumnya. Misi utamanya adalah nguri-uri (melestarikan) seni budaya asli Ponorogo yaitu Seni Gajah-Gajahan, sekaligus menyemarakkan HUT RI ke-81," tutur Pak Salam dengan senyum sumringah.

Melalui alunan musik tradisional dan atraksi gajah-gajahan yang megah, malam perayaan di Desa Karanglo Kidul menjadi bukti nyata bahwa seni budaya mampu menjadi perekat kebhinekaan, menjaga kesatuan, dan menghidupkan semangat kebangsaan di tingkat desa. (nuryasin).

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar