Mangkrak 30 Tahun, Embung Dangkak di Desa Sidoharjo, Ponorogo, Akhirnya Dibangun Tahun Ini
Mangkrak 30 Tahun, Embung Dangkak di Desa Sidoharjo, Ponorogo, Akhirnya Dibangun Tahun Ini
PONOROGO, Media Jatim News – Embung Dangkak yang lokasinya berada di Desa Sidoharjo, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, dipastikan akan dibangun tahun ini.
Setelah kondisinya mangkrak hampir 30 tahun, aspirasi masyarakat Desa Sidoharjo yang diusulkan melalui Anggota DPR RI Komisi V, Bapak H. Ali Mufthi, akhirnya dapat terealisasi.
Kabar menyenangkan tersebut tidak hanya diterima oleh warga Desa Sidoharjo saja, namun wilayah di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Jambon, Badegan, dan Balong, juga akan menerima manfaat besar dari pembangunan kembali embung Dangkak ini.
Hal ini disampaikan langsung oleh Anggota DPR RI Dapil VII Jatim, H. Ali Mufthi, saat berada di Balai Desa Sidoharjo pada Sabtu (12/6) dalam acara "Sambang Dulur, Sambung Roso".
Hadir mendampingi kegiatan tersebut Plt Bupati Ponorogo yang diwakili oleh Kepala Dinas Pemdes Kabupaten Ponorogo Toni Sumarsono, pihak BBWS Bengawan Solo, Pemenang Tender, Kepala Desa se-Kecamatan Jambon, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan undangan lainnya.
Kepala Desa Sidoharjo, Parmin, menyampaikan ucapan selamat datang kepada H. Ali Mufthi di Desa Sidoharjo.
"Terimakasih desa Sidoharjo tahun ini telah banyak mendapatkan bantuan dari Bapak H. Ali Mufthi. Alhamdulillah, aspirasi dari masyarakat sudah diperjuangkan olehnya, terbukti tahun ini Embung Dangkak terealisasi dan dibangun. Atas nama pemerintah desa dan masyarakat, kami menyampaikan banyak terimakasih," ujarnya.
Selain itu, Parmin menambahkan bahwa tahun ini Desa Sidoharjo juga telah menerima program BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya) sebanyak 15 titik untuk program bedah rumah masyarakat tidak mampu dan program HIPPA.
"Terimakasih bapak H. Ali Mufthi, semoga semua program dan bantuan bagi masyarakat Desa Sidoharjo khususnya, dan umumnya untuk wilayah Kecamatan Jambon, bermanfaat dan berkah. Semoga Bapak H. Ali Mufthi diberikan umur panjang, sehat, amanah, dan terus membangun masyarakat," ucap Parmin.
Sejarah, Pemaparan Program, dan Harapan H. Ali Mufthi
Dalam pemaparannya mengenai revitalisasi Embung Dangkak, H. Ali Mufthi mengenang kembali sejarah kedekatan emosionalnya dengan wilayah tersebut.
Ia mengungkapkan bahwa saat pertama kali menginjakkan kaki dan masuk ke Ponorogo dulu, desa pertama yang ia kunjungi adalah Desa Sidoharjo.
"Saya ini dulu pernah menjadi pendamping di Krebet dan Sidowayah tahun 1996-1997 dalam Program Plan. Jadi, kita punya ikatan emosional yang cukup akrab dengan masyarakat di sini. Dulu saya bahkan ikut membantu membangun jembatan yang menghubungkan Krebet dan Sidowayah," kenang Pak Ali.
Kedekatan historis inilah yang membuatnya begitu bersemangat memperjuangkan aspirasi warga ketika mereka mengadukan persoalan embung yang mangkrak.
Terkait pelaksanaan proyek fisik revitalisasi, Ali Mufthi menekankan agar pihak BBWS Bengawan Solo dan rekanan pelaksana dapat mengerjakan proyek ini dengan kualitas terbaik demi kemaslahatan masyarakat banyak.
"Harapan saya, kepada teman-teman Bengawan Solo dan pelaksana proyek ini, agar ini dikerjakan dengan baik. Jangan sampai nanti ada masalah. Kalau ada persoalan di lapangan, bicarakan dan selesaikan dengan masyarakat secara baik-baik agar misi kita menyelamatkan Embung Dangkak ini bisa berjalan lancar. Tolong dibangun yang kokoh agar masa pemanfaatannya panjang, minimal bisa bertahan sampai 20 tahun ke depan," tegasnya.
Ia juga menegaskan bahwa sebagai wakil rakyat dari Ponorogo, dirinya murni memperjuangkan hak masyarakat tanpa mengambil keuntungan finansial pribadi dari proyek infrastruktur tersebut. Untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai standar, H.Ali Mufthi berjanji akan mengawal secara berkala.
"Saya akan ikut mengawasi program ini sebaik mungkin. Nanti saya mungkin akan sepedaan ke sini, melihat langsung perkembangannya ke sana, sehingga pembangunan embung ini benar-benar bisa dikerjakan dengan bagus dan mendatangkan berkah bagi pertanian serta pengairan warga di tiga kecamatan," pungkasnya.
Sementara dari BBWS Solo juga melakukan sosialisasi dan pemaparan pembangunan embung Dangkak, latar belakang dibangunnya embung Dangkak serta tujuan dan manfaatnya. (nur).





