BREAKING NEWS

Hj. Atika Banowati: Lestarikan Budaya, Disbudpar Jatim Bersinergi dengan DPRD Jatim Gelar Wayang Kulit di Ponorogo

H. Ali Mufthi menyerahkan langsung tokoh wayang Gatotkaca kepada Ki Dalang Eko Prisdianto, 

Hj. Atika Banowati: Lestarikan Budaya, Disbudpar Jatim Bersinergi dengan DPRD Jatim Gelar Wayang Kulit di Ponorogo


​PONOROGO, Media Jatim News – Dalam rangka melestarikan warisan seni dan budaya leluhur, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur bersinergi dengan DPRD Provinsi Jawa Timur menggelar pagelaran wayang kulit semalam suntuk. 

Acara yang bertepatan dengan momentum pembukaan Grebeg Suro ini dilaksanakan di Pelataran Ndoro, Jalan Cokroaminoto, Ponorogo, Sabtu Wage (6/6/2026).

​Pagelaran wayang kulit ini menghadirkan kolaborasi apik dari Ki Dalang Eko Prisdianto dan Mas Jabang dengan membawakan lakon "Aji Narantaka".

​Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua DPD Golkar Jatim sekaligus anggota DPR RI Komisi V Dapil VII Jatim, H. Ali Mufthi; anggota DPRD Fraksi Golkar Provinsi Jatim Dapil IX, Hj. Atika Banowati; Ketua DPD Golkar Ponorogo Eko Priyo Utomo, anggota fraksi Golkar DPRD Ponorogo, Ketua DPD Golkar Magetan, Didik Hariyanto; perwakilan Disbudpar Jatim; jajaran Pengurus DPD Golkar Jatim; serta jajaran Forkopimda dan para tokoh masyarakat Ponorogo.

Sinergi Seni dan Kebangkitan Ekonomi

​Dalam sambutannya, Hj. Atika Banowati yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Al-Hidayah Jatim mengungkapkan rasa syukur dan bahagianya atas terlaksananya kegiatan ini. Ia menyebutkan bahwa pagelaran ini merupakan impian yang sudah ia rencanakan sejak empat tahun lalu.

​"Saya sudah mengangan-angankan kegiatan ini empat tahun yang lalu, tapi baru kali ini terlaksana dan alhamdulillah bertepatan dengan pembukaan Grebeg Suro. Ini bukan suatu kebetulan, melainkan takdir dari Allah SWT," ungkap Hj. Atika Banowati.

​Hj. Atika juga menambahkan bahwa sinergitas ini tidak hanya bertujuan untuk nguri-uri (merawat) budaya bangsa agar tidak tergerus oleh budaya asing, tetapi juga untuk menggerakkan roda ekonomi masyarakat setempat, khususnya para pelaku seni.

​Hj. Atika mengapresiasi keterlibatan generasi muda dalam pagelaran ini. "Alhamdulillah luar biasa, pengrawit (wiyaga) dalam acara ini semuanya adalah anak-anak muda yang masih SMA dan kuliah. Ini adalah contoh regenerasi yang bagus untuk masa depan seni pewayangan kita," imbuhnya.

H. Ali Mufthi: Filosofi Gatotkaca untuk Bangsa

​Sementara itu, Ketua DPD Golkar Jatim sekaligus anggota DPR RI, H. Ali Mufthi, dalam sambutannya menekankan pentingnya mengambil hikmah dan pelajaran hidup dari setiap lakon wayang yang disajikan, khususnya melalui tokoh Gatotkaca dan senjata pamungkasnya, Aji Narantaka.

​"Lakon Gatotkaca ini mengajarkan kita tentang simbol keberanian, kekuatan, dan kejujuran di saat yang tepat. Di saat mengeluarkan Aji Narantaka, kekuatannya terkuras habis demi sebuah kemenangan. Kita butuh figur dan jiwa seperti Gatotkaca untuk bersama-sama membangun dan memikirkan negara kita," tutur H. Ali Mufthi.

​Ia juga berharap kegiatan ini memberikan manfaat dan hikmah yang mendalam bagi seluruh masyarakat untuk dijadikan pegangan hidup dalam berbangsa dan bernegara.

​Sebagai simbol dimulainya pagelaran, H. Ali Mufthi menyerahkan langsung tokoh wayang Gatotkaca kepada Ki Dalang Eko Prisdianto, yang disambut riuh tepuk tangan dari para penonton dan tamu undangan yang memadati area Pelataran Ndoro. Pagelaran pun berlangsung meriah sekaligus khidmat sebagai bagian dari pelestarian budaya nasional (nur).

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar