Update Identitas Temuan Mayat di Selokan Lapangan Kodim, Ponorogo, Terungkap
0 menit baca
Update Identitas Temuan Mayat di Selokan Lapangan Kodim, Ponorogo, Terungkap
PONOROGO, Media Jatim News - Identitas jasad pria tanpa identitas (Mr. X) yang ditemukan di selokan utara Lapangan Kodim 0802 Ponorogo, Lingkungan Wetan Talang, Kelurahan Purbosuman, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo akhirnya terungkap.
Pria tersebut diketahui bernama Djumadi (61), seorang warga yang berdomisili di Jalan Sidomulyo, Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Sawahan, Kota Madiun.
Identitas korban berhasil teridentifikasi secara cepat setelah tim Inafis Satreskrim Polres Ponorogo melakukan pemindaian menggunakan alat pemindai sidik jari Mobile Automated Multi-Biometric Identification System (Mambis).
Kapolres Ponorogo melalui Ka SPKT Polres Ponorogo, Ipda Irwan Prastiyanto, S.H., membenarkan penemuan jasad tersebut beserta identitasnya yang telah terkonfirmasi.
"Benar, pada Sabtu pagi sekitar pukul 06.40 WIB, petugas piket fungsi dan Pamapta III Polres Ponorogo mendatangi TKP usai menerima laporan masyarakat terkait penemuan mayat di selokan utara Lapangan Kodim 0802 Ponorogo.
Hasil cek menggunakan alat Mambis mengonfirmasi korban bernama Djumadi, warga Kota Madiun," ujar Ipda Irwan Prastiyanto, Sabtu (25/7/2026).
Kronologi Penemuan
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh saksi Gemilang Aditya Madhana (40), seorang
warga Tonatan, Ponorogo. Pagi itu sekitar pukul 06.30 WIB, saksi sedang menikmati kopi di area barat Lapangan Kodim 0802.
Saksi kemudian melihat kerumunan warga di sebelah utara lapangan. Saat mendekat untuk mengecek, ia mendapati sesosok jasad pria tergeletak di dalam selokan. Melihat hal itu, saksi segera memberitahukan ke anggota TNI di sekitar lokasi, Dian Tri Brawijayanto (45), yang kemudian meneruskan informasi tersebut ke Polres Ponorogo.
Tak lama berselang, petugas gabungan yang dipimpin Pamapta III Ipda Novi Ariyanto, S.H., bersama Unit Inafis Polres Ponorogo dan SPKT Polsek Ponorogo tiba di lokasi untuk melakukan olah TKP, pengamanan area, serta mengevakuasi jasad korban ke Instalasi Forensik RSUD Dr. Hardjono Ponorogo.
Hasil Pemeriksaan Medis dan Kepolisian
Berdasarkan pemeriksaan medis oleh tim Instalasi Forensik RSUD Dr. Hardjono bersama Unit Identifikasi Polres Ponorogo, korban diperkirakan meninggal dunia sekitar 3 jam sebelum ditemukan. Pada saat dievakuasi, kondisi tubuh korban belum mengalami kaku mayat.
Dari hasil pemeriksaan luar, petugas menemukan beberapa luka lecet/babras ringan di bagian tulang kering kanan, kedua lutut, paha kanan, serta lebam di bibir atas. Kendati demikian, polisi memastikan tidak ada indikasi tindak kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban.
"Dari hasil pemeriksaan luar oleh tim forensik dan identifikasi, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan pada tubuh korban," tegas Ipda Irwan.
Di lokasi kejadian, petugas juga mengamankan barang bukti milik korban berupa satu buah tas ransel warna hitam yang berisi:
1 lembar sarung warna hijau
1 buah topi warna hitam
1 buah dompet hitam berisi uang tunai Rp220.000,-
Uang tunai di saku celana sebesar Rp40.000,-
Saat ini, pihak Kepolisian Resor Ponorogo telah berkoordinasi dengan kepolisian wilayah Madiun serta pihak keluarga korban di Kota Madiun untuk penanganan dan pemulasaraan jenazah lebih lanjut. (nur).
