BREAKING NEWS

Kyai H. Ali Mufthi: Ulas Filosofi dibalik Lakon Wayang Kulit "Aji Narantaka"

Kyai H. Ali Mufthi: Ulas Filosofi dibalik Lakon Wayang Kulit "Aji Narantaka"


​PONOROGO, Media Jatim News – Dalam upaya menjaga dan melestarikan warisan seni budaya leluhur, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur bersinergi dengan DPRD Provinsi Jawa Timur menggelar pagelaran wayang kulit semalam suntuk. Acara yang menyedot antusiasme warga ini menyuguhkan lakon "Aji Narantaka" yang dibawakan oleh duet dalang kondang, Ki Eko Prisdianto dan Mas Jabang.

​Pagelaran seni tradisional ini berlangsung meriah di Pelataran Ndoro, Jalan Cokroaminoto, Ponorogo, pada Sabtu malam (6/6).

​Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Anggota DPR RI Komisi V yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Golkar Jatim, Kyai H. Ali Mufthi, Anggota DPRD Fraksi Golkar Provinsi Jatim Dapil IX, Hj. Atika Banowati, serta Ketua DPD Golkar Ponorogo, Eko Priyo Utomo. 

Turut hadir pula ketua DPD Golkar Kabupaten Magetan Didik Hariyanto, jajaran pengurus DPD Golkar Jatim, jajaran anggota Fraksi Golkar DPRD Ponorogo, unsur Forkopimda, serta para tokoh masyarakat setempat.

Filosofi di Balik Lakon "Aji Narantaka"

​Dalam sambutannya, Ketua DPD Golkar Jatim, Kyai H. Ali Mufthi, tidak hanya mengapresiasi jalannya acara, tetapi juga memberikan ulasan mendalam mengenai makna filosofis dari lakon yang dibawakan, yakni kisah tentang tokoh Gatotkaca.

​Kyai H. Ali Mufthi yang kemarin malam Jum'at (5/6) pulang dari menunaikan ibadah haji menjelaskan bahwa Aji Narantaka merupakan sebuah ajian pamungkas yang dimiliki oleh Gatotkaca. 

Ketika ajian sakti tersebut dikeluarkan, segala kekuatan musuh seketika lumpuh dan hancur, membawa Gatotkaca menuju kemenangan akhir.

Menurut Kyai H. Ali Mufthi, sosok Gatotkaca dalam jagat pewayangan adalah representasi nyata dari nilai-nilai luhur yang sangat dibutuhkan oleh generasi masa kini.

​"Gatotkaca adalah simbol dari keberanian, kekuatan, dan kejujuran yang sejati. Ketika dihadapkan pada situasi genting, nilai-nilai itulah yang membawanya pada kemenangan," ujar Ali Mufthi di hadapan para penonton yang hadir.

Menjadi Bekal Kehidupan Berbangsa

​Lebih lanjut, Kyai H. Ali Mufthi berharap masyarakat yang hadir tidak hanya sekadar menikmati keindahan estetik dari seni pertunjukan ini, tetapi juga mampu meresapi pesan moral dan memetik hikmah yang ada di dalamnya.

​Pesan keberanian, kekuatan mental, dan integritas (kejujuran) dari karakter Gatotkaca diharapkan dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari demi kemajuan bangsa.

​"Mudah-mudahan malam ini kita semua mendapatkan hiburan sekaligus berkat bersama-sama. Yang terpenting, hikmah dari cerita Gatotkaca ini bisa kita jadikan pelajaran bersama untuk menjadi bekal hidup dalam menjaga dan membangun negara kita, Indonesia," pungkasnya penuh harap.

​Melalui momentum pagelaran ini, sinergi antara pemerintah, legislatif, dan masyarakat diharapkan terus kuat, tidak hanya untuk menghidupkan eksistensi seniman lokal, tetapi juga membentengi identitas budaya bangsa di tengah arus modernisasi. (nur).

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar