BREAKING NEWS

Empat Dekade Tak Luntur, Alumni SDN 2 Bandar Kidul '83 Kediri Gelar Silaturahmi Hangat di Ponorogo

Empat Dekade Tak Luntur, Alumni SDN 2 Bandar Kidul '83 Kediri Gelar Silaturahmi Hangat di Ponorogo


PONOROGO, Media Jatim News – Jarak dan waktu terbukti bukan penghalang untuk menjaga sebuah ikatan persaudaraan. Hal inilah yang ditunjukkan oleh alumni SDN 2 Bandar Kidul Kota Kediri angkatan 1983 (Boskid '83). Meski usia tak lagi muda, semangat kebersamaan mereka justru kian membara dalam balutan silaturahmi Idul Fitri 1447 H.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, tahun ini para alumni melakukan perjalanan spesial ke Kabupaten Ponorogo. 

Tujuan mereka adalah kediaman salah satu rekan lama, Nuryasin, di Desa Karanglo Kidul, Kecamatan Jambon, Minggu (12/4).

Momen Haru Pertemuan Setelah 40 Tahun

Ketua Panitia Alumni, Ansori, mengungkapkan rasa syukurnya atas terselenggaranya kegiatan ini. Baginya, kunjungan ke Ponorogo ini merupakan rencana yang sudah dimatangkan sejak setahun lalu.

"Alhamdulillah, hari ini kami bisa berkunjung ke rumah kawan lama, saudara Nuryasin. Saya dan sebagian kawan lainnya mungkin sudah 40 tahunan tidak bertemu, karena beliau ini sejak lulus SLTA sudah merantau keluar dari Kota Kediri," ujar Ansori dengan nada haru.

Pertemuan tersebut menjadi ajang melepas rindu yang mendalam. Isak tangis bahagia dan tawa pecah saat mereka saling bertukar cerita masa kecil di Jalan Penanggungan Gang 1, Kediri, tempat sekolah mereka dulu bernaung.

Bukan Sekadar Kumpul, Ada Doa dan Sosial

Kekompakan Boskid '83 patut diacungi jempol. Selain anjangsana, mereka tetap menjaga tradisi spiritual dengan menggelar tahlilan dan doa bersama yang ditujukan bagi para guru yang telah mendahului, orang tua, serta rekan alumni yang sudah tutup usia.

Tak hanya itu, jiwa sosial mereka tetap tinggi. Di sela-sela rutinitasnya, kelompok alumni ini aktif menggalang dana sukarela untuk kegiatan sosial, seperti pembagian takjil saat Ramadhan dan bantuan kemanusiaan lainnya.

Ungkapan Hati Sang Tuan Rumah

Nuryasin, sang tuan rumah yang kini menetap di Ponorogo, tak mampu menyembunyikan rasa bahagianya. Baginya, kunjungan 21 rekan masa kecilnya ini adalah kado Idul Fitri yang luar biasa.

"Terima kasih dan matur suwun yang sebesar-besarnya atas kedatangan kawan-kawan semua. Saya sangat terharu, meski sudah puluhan tahun berpisah dan saya jauh di Ponorogo, kawan-kawan tetap ingat dan sudi mampir. 

Semoga kebersamaan ini berkah dan terus terjaga sampai kapan pun. Atas nama keluarga, saya juga mohon maaf lahir dan batin," ungkap Nuryasin dengan tulus.


Menutup Hari dengan Pesona Telaga Ngebel

Setelah rangkaian acara ramah tamah dan doa bersama selesai, rombongan melanjutkan perjalanan menuju ikon wisata Ponorogo, Telaga Ngebel, dilanjutkan ke Wisata di Kota Madiun. Keindahan alam Ngebel menjadi penutup yang manis bagi perjalanan "Nostalgia Boskid '83" kali ini.

Meskipun beberapa rekan berhalangan hadir karena kesibukan dan kondisi kesehatan, semangat mereka tetap terwakili dalam doa-doa yang dipanjatkan. 

Sebuah bukti nyata bahwa persahabatan yang tulus akan tetap abadi, melampaui usia dan batas wilayah. (nur).

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar