BREAKING NEWS

H. Ali Mufthi: Jadikan 4 Pilar Kebangsaan 'Benteng' Lawan Hoaks dan Perpecahan di Magetan

H. Ali Mufthi: Jadikan 4 Pilar Kebangsaan 'Benteng' Lawan Hoaks dan Perpecahan di Magetan


MAGETAN, Media Jatim News – Di tengah derasnya arus informasi digital yang sulit dibendung, nilai-nilai kebangsaan kini menghadapi tantangan baru: Wabah Hoaks. 

Menanggapi fenomena ini, Anggota Fraksi Golkar DPR/MPR RI, Dr. H. Ali Mufthi, S.Ag, M.Si., turun langsung ke tengah masyarakat untuk memperkuat "imunisasi" ideologi melalui Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan.

Acara yang berlangsung hangat ini digelar di Desa Soco, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan, pada Selasa sore (10/3/2026). Kehadiran H. Ali Mufthi didampingi oleh Ketua DPD Golkar Kabupaten Magetan sekaligus Anggota DPRD Magetan, Didik Haryono, serta jajaran perangkat desa dan tokoh masyarakat setempat.

Dalam orasi kebangsaannya, H. Ali Mufthi menegaskan bahwa empat pilar bukan sekadar hafalan formalitas, melainkan kompas hidup dalam berbangsa. Keempat pilar tersebut adalah:

Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara.

Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 sebagai konstitusi negara.

Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara.

Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu bangsa.

"Menjaga empat pilar ini adalah harga mati untuk memastikan Indonesia tetap berdiri kokoh di tengah perbedaan," ujar H. Ali Mufthi di hadapan warga Desa Soco.


Darurat Hoaks: Saring Sebelum Sharing

Poin krusial yang ditekankan Ali Mufthi kali ini adalah bahaya berita bohong (hoaks) yang sering kali memicu polarisasi dan perpecahan di akar rumput. Ia menyoroti bagaimana oknum tidak bertanggung jawab memanfaatkan media sosial untuk membenturkan sesama warga.

“Saya berpesan kepada masyarakat, jangan jadi kurir hoaks. Kalau dapat berita, diteliti dulu, tanya kepada yang paham. Jangan langsung main forward. Saring dulu sebelum sharing,” tegasnya dengan nada lugas.

H. Ali Mufthi mengajak masyarakat untuk lebih kritis dan tidak mudah terprovokasi oleh judul berita yang bombastis namun tidak memiliki dasar fakta.

Sebagai solusi praktis, legislator dari Fraksi Golkar yang juga Ketua DPD Golkar provinsi Jawa Timur ini mendorong warga untuk memanfaatkan kanal-kanal resmi pemerintah, seperti fitur pengecekan hoaks dari Kominfo, serta tetap merujuk pada media mainstream yang memiliki kredibilitas jurnalistik.

“Sekarang sudah canggih, ada kanal dari Kominfo untuk cek fakta. Media mainstream juga menyediakan panduan verifikasi. Itu adalah alat yang sangat membantu agar kita tidak tersesat dalam informasi yang salah,” pungkas Ali Mufthi.

Kegiatan ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif, di mana warga tampak antusias bertanya mengenai cara menjaga kerukunan desa di tengah hiruk-pikuk informasi media sosial. 

Harapannya, melalui sosialisasi ini, warga Desa Soco dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI dari ancaman disintegrasi digital. (nur).

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar