Muryanto, Sosok di Balik Kejayaan Jujitsu Ponorogo: Dari Sejarah Panjang hingga Mimpi Membangun Padepokan Prestasi
Muryanto, Sosok di Balik Kejayaan Jujitsu Ponorogo: Dari Sejarah Panjang hingga Mimpi Membangun Padepokan Prestasi
PONOROGO, Media Jatim News – Olahraga bela diri Jujitsu di Kabupaten Ponorogo kini tengah berada di masa keemasannya. Di balik deretan prestasi yang mengharumkan nama Bumi Reog hingga level internasional, ada sosok bertangan dingin yang konsisten mengawal perkembangan olahraga ini.
Ia adalah Muryanto, S.Pd., DAN VII, Ketua Umum Institut Jujitsu (IJI) Kabupaten Ponorogo yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Ponorogo.
Dalam sebuah wawancara khusus, Muryanto yang juga menyandang sabuk hitam DAN VII ini berbagi kisah tentang perjalanan panjang Jujitsu, mulai dari akar sejarah hingga ambisi besarnya membangun fasilitas pelatihan mandiri.
Saksi Hidup Sejarah Jujitsu di Bumi Reog
Muryanto bukan sekadar ketua yang duduk di balik meja. Ia adalah saksi hidup sekaligus pelaku sejarah berdirinya Jujitsu di Ponorogo melalui organisasi IJI (Institut Jujitsu Indonesia). Menurutnya, pembinaan di Ponorogo sudah sangat kuat jauh sebelum Jujitsu resmi masuk ke dalam struktur KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia).
"Secara historis, Jujitsu di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari Ponorogo. Di sini pembinaan awal dilakukan secara konsisten. Prestasi yang kita raih hari ini adalah buah dari proses panjang tersebut," ujar Muryanto, Sabtu (3/1/2026).
Gudang Atlet: Sukses di SEA Games 2025
Sejak resmi di bawah naungan KONI, pembinaan atlet Jujitsu Ponorogo semakin terarah dan melesat tajam. Prestasi terbaru yang paling membanggakan datang dari ajang SEA Games 2025 di Bangkok, Thailand. Atlet putri andalan Ponorogo, Henandhita Steefanny Kinky, sukses menyabet medali perunggu di kelas Fighting 52 kg putri.
Muryanto menjelaskan bahwa Steefanny merupakan produk asli pembinaan daerah yang konsisten berprestasi mulai dari tingkat Kejurkab, Kejurprov, hingga menjadi andalan Jawa Timur di ajang PON.
"Ponorogo itu ibaratnya gudang atlet Jujitsu. Prestasi Steefanny di SEA Games membuktikan bahwa atlet daerah kita mampu bersaing di level tertinggi Asia Tenggara. Ini adalah kebanggaan luar biasa bagi masyarakat Ponorogo," ungkapnya dengan nada optimis.
Apresiasi dari Plt Bupati Ponorogo
Keberhasilan Steefanny membawa pulang medali dari Thailand pun mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Kabupaten Ponorogo. Pada Rabu (24/12/2025), Plt Bupati Ponorogo, Hj. Lisdyarita (Bunda Lis), secara resmi menyambut Steefanny di Pringgitan dan menyerahkan bonus uang pembinaan sebesar Rp10 juta sebagai bentuk penghargaan.
Apresiasi ini diharapkan menjadi pemacu semangat bagi atlet-atlet Jujitsu lainnya di Ponorogo untuk terus mengejar prestasi di tingkat internasional.
Mimpi Besar: Membangun Padepokan Jujitsu
Meski telah mencetak segudang prestasi, Muryanto masih memiliki satu keinginan besar yang belum terwujud, yaitu memiliki Padepokan Jujitsu yang representatif. Baginya, fasilitas adalah kunci utama untuk mempertahankan status Ponorogo sebagai lumbung atlet nasional.
"Keinginan saya ke depan adalah Ponorogo memiliki padepokan khusus Jujitsu. Tempat ini nantinya akan menjadi pusat pelatihan atlet prestasi secara terpusat dan modern. Kita ingin regenerasi atlet terus berjalan sehingga nama Ponorogo tetap harum di kancah dunia," pungkas Muryanto, Sabuk Merah Putih DAN VII, selaku Ketum Jujitsu Kabupaten Ponorogo. (nur)


