Update Bocah Tenggelam di Badegan, Ponorogo: Satu Anak Meninggal Dunia, Sekdes Karangjoho Beberkan Identitas Korban
Update Bocah Tenggelam di Badegan, Ponorogo: Satu Anak Meninggal Dunia, Sekdes Karangjoho Beberkan Identitas Korban
PONOROGO, Media Jatim Mews – Penyelidikan dan pendataan terkait insiden memilukan yang menimpa empat bocah yang tenggelam di sungai terus berjalan. Pihak Pemerintah Desa Karangjoho, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo, akhirnya merilis data resmi mengenai identitas para korban, baik yang selamat maupun yang meninggal dunia.
Berdasarkan keterangan dari Sekretaris Desa (Sekdes) Karangjoho, Sri Murtini, peristiwa tersebut bermula saat keempat anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar tersebut berniat untuk memancing di sungai setempat.
"Awalnya anak-anak itu berniat memancing. Sembari memancing, mereka kemudian bermain dan saling bercanda (guyon-guyon). Tanpa disadari, saat sedang bermain air, mereka terperosok ke bagian sungai yang dalam atau berbentuk jurang," ujar Sri Murtini saat dikonfirmasi.
Akibat pusaran air di bagian sungai yang dalam tersebut, keempat bocah itu pun tenggelam.
Data Identitas Korban
Dari empat anak yang terlibat dalam insiden tersebut, satu anak dilaporkan meninggal dunia setelah sempat tenggelam selama kurang lebih satu jam. Sementara tiga anak lainnya berhasil diselamatkan.
Berikut adalah data resmi korban berdasarkan keterangan pihak desa:
Korban Meninggal Dunia:
Nama: Alam
Usia: 10 Tahun (Kelas 3 SD)
Alamat: RT 02 / RW 01, Dukuh Lundo, Desa Glinggang, Kecamatan Sampung.
(Diketahui korban Alam tinggal di desa Karangjoho untuk menemani serta tinggal bersama neneknya, dan juga bersekolah di wilayah desa Karangjoho).
Korban Selamat:
Asrin warga RT 02 / RW 01). Korban sempat dilarikan ke Puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis dan kondisinya kini telah membaik.
Hanan, warga RT 01 / RW 01).
Ayin, warga RT 01 / RW 02).
Sementara itu, pihak kepolisian dari Polsek Badegan bersama Tim Inafis Polres Ponorogo meluncur ke lokasi setelah menerima laporan warga.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi guna memastikan kronologi lengkap insiden maut tersebut.
Pihak berwenang juga kembali mengimbau kepada para orang tua untuk memperketat pengawasan terhadap anak-anak mereka, terutama saat bermain di sekitar aliran sungai yang dalam. (nur).
