Kronologi Memilukan 4 Bocah Tenggelam di Sungai Dung Sulur Badegan, Ponorogo, Satu Korban Jiwa Tak Tertolong
Kronologi Memilukan 4 Bocah Tenggelam di Sungai Dung Sulur Badegan, Ponorogo, Satu Korban Jiwa Tak Tertolong
PONOROGO, Media Jatim News – Geliat keceriaan anak-anak di hari Minggu berujung duka mendalam. Empat bocah dilaporkan tenggelam saat sedang memancing dan berenang di Sungai Dung Sulur, Dukuh Ngerdani, Desa Karangjoho, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo, pada Minggu (24/5).
Peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Beruntung, aksi heroik seorang penambang pasir setempat berhasil menyelamatkan tiga dari empat bocah yang tergulung arus sungai sedalam kurang lebih 5 hingga 6 meter tersebut.
Detik-Detik Penyelamatan Heroik
Jamal (22), seorang pekerja pencari pasir yang saat itu sedang beraktivitas di bagian hilir sungai, menjadi saksi hidup sekaligus penyelamat dalam insiden ini. Saat mendengar teriakan histeris minta tolong, tanpa berpikir panjang Jamal langsung menuju ke lokasi kejadian.
"Awal mulanya mereka bengong-bengong (berteriak) begitu minta tolong, lalu saya datangi. Terus saya tolong yang dua orang dulu. Sementara yang satu lagi masih gondelan (berpegangan) pada rumput di pinggir kali," ungkap Jamal saat mengisahkan aksi penyelamatannya.
Ketiga bocah berusia sekitar 8 tahun yang berhasil diselamatkan Jamal tersebut kini dipastikan dalam kondisi selamat, meski mengalami syok berat setelah berjuang melawan derasnya arus sungai.
Satu Korban Ditemukan Meninggal Dunia
Nahas, satu bocah lainnya tidak sempat terselamatkan saat evakuasi awal. Setelah dilakukan pencarian intensif selama kurang lebih satu jam dari waktu penyelamatan tiga korban pertama, bocah keempat akhirnya berhasil ditemukan.
Namun, takdir berkata lain. Korban keempat ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia dan langsung dievakuasi menuju puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat, sementara satu korban lainnya dikabarkan sempat kritis.
Hingga berita ini diturunkan, keempat identitas bocah yang diketahui semuanya merupakan warga Desa Karangjoho tersebut belum bisa diidentifikasi secara rinci.
Sementara, pihak berwenang mengimbau kepada para orang tua untuk memperketat pengawasan terhadap anak-anak mereka, terutama saat beraktivitas di sekitar aliran sungai (nur).

