BREAKING NEWS

Cegah Berkembangnya Nyamuk Chikungunya, Puskesmas Jambon Lakukan Fogging

Cegah Berkembangnya Nyamuk Chikungunya, Puskesmas Jambon Lakukan Fogging 


PONOROGO, Media Jatim News - Dalam rangka memberantas dan mencegah berkembangnya Nyamuk Chikungunya Puskesmas Jambon, Kabupaten Ponorogo melakukan Fogging pada Lokasi yang terkena kasus terduga Chikungunya di dukuh Kiringan, Desa Karanglo Kidul, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, Rabu (18/12).

Kegiatan fogging merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan untuk melakukan pemutusan mata rantai penularan Chikungunya secara dini yang ada di masyarakat sehingga dapat mencegah terjadinya wabah.

Sebelum pelaksanaan fogging, petugas Kesehatan setempat Kolis sudah diumumkan agar menutup makanannya dan tidak berada di dalam rumah ketika dilakukan fogging termasuk orang yang sakit harus diajak ke luar rumah dahulu, selain itu semua ternak juga berada di luar.

Fogging merupakan langkah penanggulangan Chikungunya yang terakhir dilakukan, yang utama adalah masyarakat melakukan PSN/gotong royong membersihkan lingkungan di dalam dan luar rumah, juga melakukan gerakan 3M plus. yaitu dengan cara :

Menguras semua tempat penampungan air secara rutin;

Menutup rapat semua tempat penampungan air;

Mengubur barang – barang bekas.


Plus

Menabur bubuk pembasmi jentik (Abate);

Memelihara ikan pemakan jentik jika ada kolam;

Memakai kelambu dan pemasangan kawat kasa pada ventilasi;

Menggunakan obat nyamuk (semprot, bakar, oles);

Tidak menggantung pakaian kotor di dalam kamar yang dapat menjadi tempat persembunyian nyamuk; dan

Menghilangkan genangan air di dalam dan halaman rumah.

Sementara itu Bonari warga setempat mengatakan hari ini di dukuh Kiringan ada fogging yang dilakukan oleh petugas kesehatan dari Puskesmas Jambon.

"Lokasi fogging di dukuh Kiringan, dua RT yakni RT 02 dan RT 01. Jumlah rumah kurang lebih ada 85 rumah," katanya.

Ia juga menjelaskan, sebelumnya ada laporan warganya terkena sakit yang diduga cikungunya. 

"Seperti dialami bapak Slamet, dan warga yang lain, merasakan badannya keju Kabeh, nyeri sendi, demam dan sakit kepala," pungkasnya. (nur).

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar