22 orang: Santri, Ustadz di Ponorogo, Diduga Keracunan Makan, Masih Opname di RS
22 orang: Santri, Ustadz di Ponorogo, Diduga Keracunan Makan, Masih Opname di RS
PONOROGO, Media Jatim News - Setelah kejadian dugaan keracunan makanan di sebuah hajatan di desa Bondrang, Sawoo, kembali terjadi hal serupa, di pondok Al Madinah Putra Desa Belang Kecamatan Bungkal Kabupaten Ponorogo.
Santri, Ustadz Pondok dan Karyawan Pondok Al Madinah Putra saat ini masih ada yang opname di Rumah Sakit Aisyah dan Puskesmas Bungkal karena keracunan makanan.
Kapolsek Bungkal AKP. H.M. Anwar Fathoni saat dikonfirmasi awak media membenarkan adanya peristiwa keracunan makanan yang dialami oleh Santri, Ustadz Pondok dan Karyawan Pondok Al Madinah Putra Desa Belang.
"Pada hari Kamis (30/1/2025) sekira pukul 17.00 wib (Diperoleh Informasi dari masyarakat pada hari Sabtu (1/2/2025) sekira pukul 06.30 Wib) dengan TKP di Pondok Al Madinah Putra Alamat Jalan Hayam Wuruk Dukuh Pondok Desa Belang Kecamatan Bungkal), dugaan peristiwa keracunan makanan," tutur Kapolsek Bungkal AKP. Anwar, Sabtu (1/2/2025).
AKP. Anwar juga mengungkapkan kronologis kejadiannya, pada hari Kamis tanggal 30 Januari 2025 pukul 17.00 Wib dikirim cattering makanan dengan menu sate gulai kambing dari donatur Heri (wali santri).
Menurut keterangan dari Ustadz Husnun bahwasanya donatur tersebut memesan makanannya dari Cattering untuk buka puasa Senin, Kamis kepada Pengurus Pondok Al Madinah.
Selanjutnya makanan tersebut dibagikan kepada para santri dan dimakan untuk buka puasa bersama.
"Terjadi efek mual pada hari Jumat (30/1/2025) sekira pukul 09.00 wib dialami pertama kali oleh Ustadz Husnun (Pengasuh).
"Kemudian terjadi efek yang sama secara bertahap kepada para santri dan karyawan Pondok yang memakan cattering tersebut dengan kondisi demam, diare, suhu tubuh tinggi, lemas," terangnya.
Para santri dan ustadz yang mengalami efek tersebut dibawa berobat ke Puskesmas dan sebagian ke RS Aisiyah Ponorogo.
"Yang masih dirawat inap di RS Aisyah ada 4 orang, di Puskesmas Bungkal, 3 orang, di rawat jalan istirahat di pondok 15 santri," ujarnya.
Dikatakan, barang bukti yang diamankan petugas 2 (dua) plastik muntahan korban.
Saat ini para santri dan ustadz yang menjalani rawat jalan berangsur-angsur membaik dan aktivitas santri sementara diliburkan ke rumah masing-masing. (nur).

