Mengenal Pramana Raga: Cikal Bakal Nama Ponorogo & Kisah Perjuangan Raden Katong Dibacakan di Upacara Hari Jadi ke-530
Mengenal Pramana Raga: Cikal Bakal Nama Ponorogo & Kisah Perjuangan Raden Katong Dibacakan di Upacara Hari Jadi ke-530
PONOROGO, Mediajatimnews.com - Suasana khidmat meliputi lapangan Pendopo Agung Kabupaten Ponorogo dalam gelaran Upacara Peringatan Hari Jadi ke-530 Bumi Reog, Selasa 11 Agustus 2026.
Dalam momen bersejarah ini, risalah perjalanan sejarah peradaban Kota Reog dibacakan secara utuh, mengulas kembali rekam jejak perjuangan Raden Katong beserta pilar-pilar pendiri bumi Ponorogo.
Awal Perjuangan Pembukaan Wilayah Wengker
Perjalanan panjang lahirnya Kabupaten Ponorogo tak lepas dari perjuangan gigih Raden Katong.
Bersama Selo Aji dan Ki Ageng Mirah beserta pengikutnya, berupaya mendirikan pemukiman di wilayah Wengker yang sebelumnya dikuasai oleh Ki Ageng Kutu.
Sepanjang tahun 1482 sampai dengan 1486 Masehi, Raden Katong menegakkan perjuangan dengan menyusun kekuatan untuk mengatasi hambatan dan tantangan yang silih berganti.
Sedikit demi sedikit kesulitan mulai dapat teratasi. Pendekatan kekeluargaan dengan Ki Ageng Kutu dan seluruh pendukungnya juga mulai membuahkan hasil.
Raden Katong bersama Kyai Mirah, Selo Aji, dan Joyodipo pada hari Jumat saat bulan purnama bertempat di tanah lapang dekat sebuah gumuk melakukan musyawarah dan disepakati bahwa kadipaten yang akan didirikan dinamakan Pramana Raga, yang kemudian dikenal luas menjadi Ponorogo.
Pramana Raga terdiri dari dua kata: Pramana yang berarti daya kekuatan, rahasia hidup, permono, wadi; sedangkan Raga berarti badan, jasmani.
Kedua kata tersebut ditafsirkan bahwa di balik badan, watak manusia tersimpan suatu rahasia hidup berupa olah batin yang mantap dan mapan, berkaitan dengan pengendalian sifat-sifat amarah, aluamah, supiyah, dan mutmainah.
Pada akhir abad ke-15, dengan dukungan banyak pihak, Raden Katong berhasil mendirikan Kadipaten Ponorogo dengan menjadi Adipati yang pertama.
Wisuda Raden Katong menjadi Adipati Kadipaten Ponorogo yaitu pada hari Minggu Pon, tanggal 1 Besar 1418 Saka, bertepatan dengan tanggal 11 Agustus 1496 Masehi. Di mana tanggal inilah yang kemudian ditetapkan sebagai hari jadi Kabupaten Ponorogo.
Selanjutnya, guna mencapai kemajuan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, diperlukan partisipasi aktif dengan menggalang solidaritas warga daerah agar merasa ikut handarbeni (merasa ikut membangun, ikut menikmati hasil, dan akhirnya memiliki kebanggaan dan kesetiaan kepada daerahnya).
Salah satu bentuk penggalangan solidaritas dimaksud adalah dengan adanya peringatan Hari Jadi ke-530 Kabupaten Ponorogo tahun 2026 dengan mengambil tema: "Sekar Kinanthi Weninging Driya" , Bunga yang mekar dengan indah, keberanian yang berpadu dengan kebijaksanaan, demi mewujudkan Ponorogo Hebat dan Bermartabat. (mas)
