Heboh Tradisi Gogoh Lele di Karanglo Kidul Ponorogo: Lestarikan Budaya, Gemuruhkan Kebersamaan HUT RI ke-81
Heboh Tradisi Gogoh Lele di Karanglo Kidul Ponorogo: Lestarikan Budaya, Gemuruhkan Kebersamaan HUT RI ke-81
PONOROGO – Suasana penuh gelak tawa dan semangat kebersamaan mewarnai perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Kabupaten Ponorogo. Warga Dukuh Krajan, Desa Karanglo Kidul, berkumpul menyatukan langkah dalam tradisi unik gogoh lele—menangkap ikan lele dengan tangan kosong di area sawah berlumpur, Minggu (23/8/2026).
Sebelum aksi gogoh lele dimulai, nuansa khidmat menyeruak di area persawahan. Seluruh peserta dan warga berdiri tegak di tepi lumpur, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya serta memberi hormat dengan penuh rasa nasionalisme.
Tak lama setelah peluit dibunyikan, keceriaan pecah seketika saat anak-anak hingga orang dewasa berebut merangsek masuk ke adonan lumpur.
Tanpa alat bantu, para peserta harus memutarkan otak dan menguji ketangkasan menundukkan licinnya patil lele. Tubuh yang belepotan lumpur, gerakan tergesa-gesa, hingga momen lele yang lepas dari genggaman menjadi tontonan segar yang memicu riuh tepuk tangan penonton.
Panitia tak tanggung-tanggung menerjunkan sekitar dua kuintal ikan lele untuk diperebutkan.
Ketua Persatuan Remaja Sambipayung (Persapa), Sujito, mengungkapkan bahwa tradisi gogoh lele merupakan puncak dari rangkaian perlombaan rakyat yang digagas oleh pemuda setempat.
"Tahun ini dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-81, kami mengadakan berbagai perlombaan yang dibagi menjadi tiga kategori. Untuk anak-anak ada balap karung helm, makan kerupuk, balap kelereng, dan estafet air. Kategori ibu-ibu meliputi lomba mengeluarkan bola, pilih hadiah pakai kursi, pakai baju dengan balon, masukkan benang sambil jalan, hingga gendong rinjing. Sementara bapak-bapak berkompetisi di lomba masukkan benang sambil jalan, voli terpal, memalu paku, dan mengeluarkan bola dalam kardus," ujar Sujito.
Ia menegaskan, gogoh lele dihadirkan sebagai menu utama guna mempererat tali silaturahmi sekaligus membumikan kembali budaya lokal yang kian langka.
"Selain berbagai perlombaan, ada lomba utama yakni Gogoh Lele dengan dua kuintal lele. Berbagai hadiah menarik sudah kami siapkan, mulai dari doorprize, kambing, hingga hadiah hiburan lainnya. Tahun ini Persapa mengusung tema Melestarikan Tradisi, Meningkatkan Kebersamaan. Kekompakan dan kebersamaan menjadi kunci kesuksesan acara ini. Melestarikan tradisi budaya serta menjaga kerukunan adalah nilai yang terus kami terapkan di Persapa," jelasnya penuh semangat.
Kemeriahan kegiatan ini dirasakan langsung oleh warga dan anggota pemuda yang terlibat sejak persiapan awal. Sakat, salah satu anggota Persapa, mengaku bangga melihat antusiasme masyarakat yang melimpah ruah di lokasi.
"Acara tahun ini benar-benar pecah dan luar biasa ramai. Melihat bapak-bapak, ibu-ibu, sampai anak-anak tertawa lepas belepotan lumpur saat gogoh lele itu rasanya kepuasan tersendiri buat kami di panitia. Kerja keras Persapa menyiapkan dua kuintal lele dan berbagai lomba terbayar tuntas dengan guyub rukunnya warga Karanglo Kidul," ungkap Sakat di sela-sela acara.
Melalui perpaduan nilai kebangsaan, pelestarian tradisi, dan kemeriahan lomba rakyat ini, Persapa sukses membuktikan bahwa semangat gotong royong warga desa tetap menyala kuat di usia Republik Indonesia yang ke-81. (nuryasin).




