Hari Jadi Ponorogo ke-530 Bertema Sekar Kinanti Wening Daya, H. Ali Mufthi: Kekuatan Ponorogo Ada di Hati yang Bening
Hari Jadi Ponorogo ke-530 Bertema Sekar Kinanti Wening Daya, H. Ali Mufthi: Kekuatan Ponorogo Ada di Hati yang Bening
PONOROGO, MEDIAJATIMNEWS.COM – Kabupaten Ponorogo memperingati Hari Jadi ke-530 dengan mengusung tema “Sekar Kinanti Wening Daya”.
Tema ini dimaknai sebagai Bunga Tuntunan yang Kekuatannya Bening dan Suci.
Jika pada Hari Jadi ke-529 lalu mengusung Kidung Aruna Kinanti yang bermakna fajar baru dan kebersamaan, maka di usia 530 tahun ini Ponorogo diharapkan tumbuh menjadi kabupaten yang indah, berbudaya, dan memiliki kekuatan dari pemerintahan serta masyarakat yang bersih dan jernih.
Ucapan selamat datang dari Anggota DPR RI Komisi V Fraksi Partai Golkar, yang juga Ketua DPD Golkar Jawa Timur H. Ali Mufthi.
Sebagai wakil rakyat dari Daerah Pemilihan Jawa Timur VII yang meliputi Ponorogo, H. Ali Mufthi menyampaikan selamat Hari Jadi ke-530 untuk seluruh masyarakat Bumi Reog.
"Selamat Hari Jadi Kabupaten Ponorogo ke-530. Sekar Kinanti Wening Daya ini maknanya sangat dalam. Sekar itu bunga yang mekar indah, Kinanthi itu tuntunan luhur leluhur, Wening Daya itu kekuatan yang lahir dari hati yang bening dan bersih," ujar H. Ali Mufthi, Senin (11/8).
Menurutnya, usia 530 tahun adalah usia yang matang bagi Ponorogo untuk semakin hebat. Sebagai anggota Komisi V DPR RI yang membidangi Infrastruktur dan Perhubungan, dirinya berkomitmen untuk terus mengawal pembangunan di Ponorogo.
"Di usia 530 tahun ini, Ponorogo harus semakin Wening, bersih pemerintahannya, jernih pikirannya, dan kuat pembangunannya. Saya dari Komisi V akan terus berjuang agar infrastruktur, jalan, irigasi, dan konektivitas di Ponorogo semakin baik untuk kesejahteraan rakyat," tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen, mulai dari eksekutif, legislatif, hingga masyarakat untuk bergandengan tangan sesuai filosofi Kinanthi.
"Semoga Ponorogo semakin guyub rukun, budayanya lestari, ekonominya maju. Ponorogo Hebat, masyarakat sejahtera," pungkasnya. (nuryasin).
