Ratusan Aliansi Petani dan Peternak Kepung DPRD dan Pemkab Ponorogo, Plt Bupati Lisdyarita Tegaskan Dukungan Penuh untuk MBG
Ratusan Aliansi Petani dan Peternak Kepung DPRD dan Pemkab Ponorogo, Plt Bupati Lisdyarita Tegaskan Dukungan Penuh untuk MBG
PONOROGO, Media Jatim News – Ratusan massa yang tergabung dalam aliansi peternak, petani sayur, buah dan pekerja di mbg menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di depan Gedung DPRD dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo pada Jumat (3/7).
Mereka turun ke jalan untuk menyuarakan dukungan sekaligus menuntut keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai menjadi urat nadi baru perekonomian daerah.
Demo hari ini menjadi bentuk dukungan sekaligus pengawalan terhadap program MBG agar berjalan tepat sasaran dan transparan.
Aksi yang dikoordinir oleh Purwanto mengatakan gerakan demo ini bukan sekedar demonstrasi, melainkan wujud kepedulian masyarakat akar rumput terhadap keberlangsungan program strategis nasional dari Presiden Prabowo- Gibran yang berdampak langsung pada ekonomi lokal.
Ada tiga tuntutan, mendukung keberlangsungan program MBG, mendesak penegakan hukum yang transparan dan berkeadilan, terkait dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan BGN dan ketiga mendorong perbaikan tata kelola program MBG.
Aksi damai ini mendapat respons langsung dari Pelt (Plt) Bupati Ponorogo, Hj. Lisdyarita. Di hadapan massa aksi, perempuan yang akrab disapa Bunda Rita ini menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mengawal program nasional tersebut agar berjalan optimal di Bumi Reog.
"Aspirasi dari panjenengan semua kami terima dengan baik. Dengan adanya MBG, ekonomi di desa-desa bergerak nyata. Kita harus bersama-sama meningkatkan program ini demi kesejahteraan masyarakat Ponorogo," ujar Lisdyarita di tengah gemuruh dukungan massa.
Bunda Rita menambahkan bahwa program MBG tidak hanya menggerakkan roda ekonomi lokal melalui penyerapan hasil bumi seperti pisang cavendish, sayur, dan telur, tetapi juga menjadi pilar penting dalam menekan angka stunting.
"Melalui MBG, kebutuhan gizi anak-anak kita terpenuhi dengan baik, sehingga generasi Ponorogo ke depan bisa lebih sehat. Namun, kami juga mengakui masih ada desa-desa terpencil di kawasan pegunungan yang belum tersentuh maksimal. Ini yang akan terus kita benahi bersama para mitra agar ke depan regulasinya semakin tertib dan membawa manfaat luas," imbuhnya.
Dapur Umum Macet, Penyuplai Pisang Cavendish Berharap Program Terus Berlanjut
Dukungan serupa juga datang dari sektor hulu, salah satunya Barno, penggerak petani sekaligus penyuplai buah pisang cavendish di Ponorogo. Ia mengakui bahwa program MBG memiliki potensi luar biasa bagi para petani lokal jika dikelola dengan konsisten.
Namun, Barno mengungkapkan bahwa para petani saat ini tengah menghadapi kendala akibat tersendatnya operasional di tingkat dapur umum (operator program).
"Secara pribadi, program ini sangat bagus karena mampu menyerap produk ekonomi arus bawah. Biasanya, per minggu kami bisa menyuplai gabungan dari para petani hingga 1,5 ton pisang cavendish. Tapi beberapa hari terakhir, penyerapan turun drastis hingga 70-80 persen karena dapur umumnya mandek," ungkap Barno saat diwawancarai terpisah.
Akibat kemacetan di tingkat hilir tersebut, para petani terpaksa mengalihkan penjualan ke toko-toko buah lokal dengan kapasitas yang jauh lebih terbatas. Barno berharap aksi demo hari ini bisa membuahkan solusi konkret agar rantai pasok dari petani ke dapur MBG kembali normal.
"Saat ini kami terus melakukan pembinaan kepada masyarakat yang memiliki lahan kering untuk ditanami pisang cavendish. Harapan kami, kalau dapur umumnya mantap dan jalannya lancar, pasarnya pasti aman dan kesejahteraan petani otomatis meningkat," pungkasnya.
Aksi demo yang berlangsung tertib ini diakhiri dengan komitmen bersama antara perwakilan aliansi, dengan DPRD Ponorogo dan Pemkab Ponorogo untuk mengawal transparansi serta kelancaran distribusi program MBG ke depannya. (nur).


