BREAKING NEWS

Musim Kemarau Datang, Karhutla Kembali Teror Hutan Ponorogo, 1 Hektar Lahan di Karanglo Kidul, Jambon Hangus Terbakar

Musim Kemarau Datang, Karhutla Kembali Teror Hutan Ponorogo, 1 Hektar Lahan di Karanglo Kidul, Jambon Hangus Terbakar


PONOROGO, Mediajatimnews.com – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seolah menjadi ritual tahunan yang tak terelakkan setiap kali musim kemarau menyapa. Kali ini, si jago merah kembali mengamuk dan melahap kawasan hutan di Desa Karanglo Kidul, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, Rabu (22/7/2026).

Kobaran api terlihat menyala nyala dari kejauhan, apa lagi malam hari.

Kebakaran yang melanda kawasan petak 38 RPH Krebet, BPKH Ponorogo Barat, KPH Lawu Ds tersebut sempat membuat warga sekitar was was. 

Api dilaporkan pertama kali muncul pada sore hari, bergerak dari arah selatan gunung di kawasan Desa Sendang, sebelum akhirnya menjalar cepat membakar tumbuhan liar dan semak belukar.

Petugas Perhutani, Wiji Santoso, membenarkan perihal musibah tahunan yang kembali berulang ini. Pihaknya bergerak cepat menuju lokasi begitu menerima laporan darurat dari masyarakat.

"Begitu mendapat informasi dari warga, tim langsung meluncur ke titik lokasi. Api mulai terlihat membesar sekitar pukul 18.00 WIB. Estimasi luas area yang terdampak saat ini kurang lebih 1 hektar, mayoritas yang terbakar adalah semak belukar dan serasah daun kering," ungkap Wiji Santoso saat dikonfirmasi, Rabu malam.

Terkait pemicu kebakaran, Wiji mengaku belum bisa menyimpulkan secara pasti penyebab utama munculnya titik api.

"Asal musabab api masih menjadi teka-teki dan dalam proses penyelidikan intensif. Kami belum bisa memastikan apakah ada unsur kelalaian manusia atau faktor alam. Fokus utama kami saat ini adalah mengisolasi pergerakan api agar tidak makin meluas," tegasnya.

Bahu-Membahu Padamkan Api

Guna menjinakkan kobaran api yang kian menjalar, aksi cepat tanggap dilakukan secara bergotong royong. Petugas Perhutani bersama personel gabungan dari Polsek Jambon, Koramil, BPBD Ponorogo, serta warga setempat terjun langsung ke medan kebakaran.

Dengan peralatan seadanya, tim di lapangan berjibaku menaklukkan si jago merah menggunakan metode tradisional yaitu gepyok (memukulkan ranting/alat ke titik api) serta membuat sekat bakar agar kobaran tidak merembet ke area yang lebih luas.

Beruntung, musibah ini tidak sampai menelan korban jiwa. Meski demikian, Medan yang terjal dan vegetasi yang mengering akibat terik kemarau menjadi tantangan berat bagi petugas di lapangan.

"Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Yang terbakar murni semak belukar dan dedaunan kering yang memang sangat mudah tersulut di musim kemarau seperti sekarang," tambah Agus, salah satu petugas di lokasi kejadian.

Hingga berita ini diunggah, tim gabungan masih terus bersiaga dan berupaya keras memadamkan sisa-sisa titik api agar situasi benar-benar kondusif dan tidak membahayakan pemukiman warga sekitar. (nur).

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar