Cermin Jiwa Gotong Royong, Belasan Warga di Kauman, Ponorogo Kompak ‘Gotong’ Poskamling Sejauh 150 Meter
Cermin Jiwa Gotong Royong, Belasan Warga di Kauman, Ponorogo Kompak ‘Gotong’ Poskamling Sejauh 150 Meter
PONOROGO, Media Jatim News – Nuansa kebersamaan dan tradisi gotong royong rupanya masih mengakar kuat di hati masyarakat Kabupaten Ponorogo. Pemandangan unik sekaligus menginspirasi terlihat di Dukuh Tamanan, Desa Carat, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo pada Minggu (5/7/2026).
Demi kepentingan bersama, belasan warga setempat kompak meluangkan waktu libur mereka untuk bahu-membahu memindahkan sebuah bangunan pos keamanan lingkungan (poskamling). Bukan dibongkar, poskamling kayu tersebut digotong beramai-ramai oleh warga.
Yoyok, seorang warga setempat yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Carat, mengungkapkan bahwa aksi ini merupakan inisiatif spontan dari warga RT 01 / RW 01 Dukuh Tamanan. Mumpung hari Minggu dan mayoritas warga sedang libur bekerja, momen ini dimanfaatkan untuk kerja bakti.
"Iya mas, hari ini kami warga RT 01 RW 01 dukuh Tamanan, kompak gotong royong memindah poskamling. Kebetulan hari libur, jadi ada belasan warga yang ikut turun tangan langsung untuk mengangkatnya," ujar Yoyok saat ditemui di lokasi.
Alasan Pemindahan ke Lokasi Baru
Menurut Yoyok, pemindahan pos ronda ini bukan tanpa alasan. Lokasi poskamling yang lama dinilai sudah kurang strategis untuk memantau keamanan lingkungan. Selain itu, lahan tempat berdirinya poskamling yang lama rencananya akan segera digunakan untuk proyek pembangunan lain.
"Kita pindahkan ke tempat baru yang jaraknya kurang lebih 150 meter dari lokasi semula. Di tempat baru ini lokasinya jauh lebih strategis untuk menjaga keamanan lingkungan sekitar," jelasnya.
Berat tapi Seru, Sempat Berhenti Beberapa Kali
Menyeret atau mengangkat bangunan kayu utuh sejauh 150 meter tentu bukan perkara mudah. Bobot poskamling yang cukup berat sempat membuat napas para warga terengah-engah. Namun, beban berat itu terasa ringan berkat canda tawa dan semangat kebersamaan yang membara.
Sambil menyeka keringat dan tertawa lepas, Yoyok menceritakan bagaimana serunya proses pemindahan tersebut yang harus diwarnai beberapa kali sesi "istirahat darurat".
"Ya lumayan berat, Mas! Tadi di jalan sampai beberapa kali berhenti untuk ambil napas," kata Yoyok sambil tertawa renyah mengingat momen seru tersebut. "Tapi alhamdulillah, karena digotong bareng-bareng penuh canda tawa, akhirnya poskamling ini sampai juga di tempat baru dengan selamat."
Aksi kompak warga Dukuh Tamanan ini menjadi bukti nyata bahwa di tengah gempuran zaman modern, semangat gotong royong dan kepedulian terhadap keamanan lingkungan di desa-desa Ponorogo masih terjaga dengan sangat baik. (nur).

