BREAKING NEWS

Jawara International Classic Bike Rally 2026: Dongkrak Pariwisata dan Ekonomi Daerah, Lewat Ponorogo

Jawara International Classic Bike Rally 2026: Dongkrak Pariwisata dan Ekonomi Daerah, Lewat Ponorogo 


​PONOROGO, Media Jatim News — Gelaran Jelahah Warisan Nusantara (Jawara) International Classic Bike Rally 2026 resmi dimulai. Mengambil titik keberangkatan dari Kota Malang, ajang bergengsi ini terbukti memberikan dampak positif yang signifikan bagi sektor pariwisata dan perekonomian daerah yang dilintasi.

​Sebanyak 500 motor antik dari berbagai merek dan generasi turut berpartisipasi dalam rally ini. Kendaraan yang unjuk gigi pun sangat beragam, mulai dari motor pabrikan Eropa dan Amerika seperti BSA, Norton, Ariel, Matchless, hingga Harley Davidson. 

Tidak ketinggalan, motor-motor legendaris asal Jepang seperti Yamaha XS 650 dan Meguro juga ikut memeriahkan jalur aspal.

​Kegiatan berskala internasional yang digagas oleh Motor Antique Club Indonesia (MACI) ini berhasil menarik minat para pencinta otomotif dari berbagai penjuru tanah air hingga luar negeri, termasuk peserta dari Malaysia dan Australia yang rela memboyong unit motor mereka langsung ke Indonesia.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya acara ini.

​"Ini kebanggaan bagi Kota Malang, karena menjadi tuan rumah event internasional. Karena peserta event ini tidak hanya dari Indonesia, melainkan juga dari Malaysia dan bahkan Australia," ungkap Wahyu usai melepas keberangkatan para peserta di Balai Kota Malang pada Jumat, 15 Mei 2026.

​Setelah dilepas dari Malang, para peserta bergerak menyusuri Jalur Lintas Selatan (JLS) dan sempat bermalam di Pantai Dlodo, Tulungagung. Perjalanan panjang ini terus berlanjut melewati berbagai daerah, termasuk Ponorogo, dengan tujuan akhir di Benteng Vastenburg, Solo.

Cerita dari Jalur Rally: Istirahat Sejenak di Ponorogo

​Di tengah perjalanan menuju Solo, para peserta menyempatkan diri untuk beristirahat dan memulihkan tenaga. Salah satunya adalah Dani, anggota MACI asal Purwakarta Jabar yang tergabung dalam rombongan Subang. 

Saat mampir di sebuah warung di desa Nongkodono (pasar Nongkodono es Tebu mas Rokim) Kecamatan Kauman Kabupaten Ponorogo, Dani membagikan pengalamannya mengenai keseruan rally ini.

​Dani menjelaskan bahwa motor-motor antik yang ikut serta dalam rally ini terbagi ke dalam tiga kelas berdasarkan kapasitas mesinnya, mulai dari yang paling kecil 50 cc hingga motor besar berkapasitas 1.200 cc.

​"Kegiatannya ini rally, Pak. Diadakan oleh Motor Antique Club Indonesia. Jenis motornya ada motor Eropa, Amerika, Italia, Inggris. Mereknya ada BSA, Norton, Ariel, Matchless, Harley juga ada. Pokoknya motor tua semua, dari yang 50 cc sampai yang 1.200 cc ada," ujar Dani ramah sembari menikmati waktu istirahatnya, Sabtu (16/5).

​Dani juga menambahkan bahwa rally ini bukan sekadar touring biasa, melainkan sebuah kompetisi yang memiliki sistem penilaian ketat di setiap checkpoint.

​"Ini ada checkpoint-nya, jadi ada penilaiannya. Kita dikejar waktu, harus sekian jam atau sekian menit sampai di titik tertentu. Nanti juga ada doorprize menarik berupa motor DKW buatan Jerman tahun 1955, serta medali untuk juara 1, 2, dan 3 di masing-masing kelas," pungkasnya sebelum kembali bersiap melanjutkan perjalanan menuju Solo. 

Saat berhenti, ada peserta dari Malaysia, Australia, Bandung, Purwakarta. (nur).

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar