Respons Cepat Keluhan Warga, Ali Mufthi Boyong BBWS Brantas Tinjau Titik Banjir di Trenggalek
Respons Cepat Keluhan Warga, Ali Mufthi Boyong BBWS Brantas Tinjau Titik Banjir di Trenggalek
TRENGGALEK, Media Jatim News – Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Golkar, H. Ali Mufthi, menunjukkan komitmen nyatanya dalam mengawal aspirasi masyarakat.
Merespons keluhan warga terkait ancaman banjir menahun, H. Ali Mufthi meninjau langsung lokasi longsor tebing sungai di Desa Mlinjon, Kecamatan Suruh, Kabupaten Trenggalek, Kamis (16/4/2026).
Tak datang sendiri, politisi senior yang juga Ketua DPD Golkar Jawa Timur ini memboyong langsung Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, Muhammad Noor, untuk memastikan langkah teknis penanganan segera dilakukan.
Fasilitasi Aspirasi Kepala Desa
Langkah cepat ini diambil H. Ali Mufthi setelah sebelumnya menerima audiensi dari para kepala desa se-Kabupaten Trenggalek yang mengeluhkan persoalan banjir.
Berdasarkan identifikasi, salah satu pemicu utama luapan air berasal dari kerusakan aliran sungai di wilayah Mlinjon yang berada di bawah kewenangan BBWS Brantas.
"Beberapa waktu lalu Saya didatangi sekitar 20 orang kepala desa se-Kabupaten Trenggalek yang menyampaikan inti masalah banjir. Salah satu sumbernya adalah aliran sungai Brantas yang mempunyai kewenangan BBWS Brantas di Mlinjon ini. Karena ini kewenangan pusat, maka saya hadirkan pihak balai untuk percepatan penanganan," ujar H. Ali Mufthi di sela-sela peninjauan.
Ali mengungkapkan perannya sebagai jembatan (fasilitator) antara kebutuhan rakyat di daerah dengan kebijakan pemerintah pusat.
"Alhamdulillah, Kepala BBWS Brantas bisa hadir di tengah kita semua. Dan mereka akan melihat dan memotret persoalan banjir secara utuh dan
nanti yang akan mengeksekusi secara teknis adalah beliau," imbuhnya.
BBWS Brantas Siap Eksekusi
Merespons hal tersebut, Kepala BBWS Brantas, Muhammad Noor, menyatakan pihaknya telah melihat langsung tingkat kerusakan tebing sungai yang memicu perubahan alur air.
Ia memastikan perencanaan teknis akan segera disusun agar pembangunan fisik dapat dilaksanakan.
"Ya, akan kami laksanakan," tegas Muhammad Noor singkat saat ditanya mengenai kepastian pembangunan infrastruktur penahan tebing.
Harapan Baru Setelah Penantian Panjang
Kunjungan ini menjadi angin segar bagi warga Desa Mlinjon. Kepala Desa Mlinjon, Dendik Kuncoro, mengungkapkan bahwa kerusakan tebing sungai tersebut sebenarnya sudah terjadi sejak tahun 2019. Meski sudah berulang kali diusulkan, baru kali ini ada respons konkret dan peninjauan langsung dari pejabat berwenang.
"Kami sangat berterima kasih usulan kami direspons cepat, terutama oleh Pak Ali Mufthi. Kondisi sungai ini setiap tahun berubah alur dan mengancam permukiman. Kami berharap realisasinya bisa segera dilakukan," ungkap Dendik.
Selain H. Ali Mufthi dan tim BBWS Sungai Brantas, peninjauan ini juga dihadiri oleh Ketua DPD Golkar Trenggalek Hj. Arik Sri Wahyuni, jajaran Fraksi Golkar DPRD Trenggalek, Kepala Dinas PUPR Trenggalek Anjang Purwoko, serta Camat Suruh Hari Andhiko.
Kehadiran para pemangku kebijakan ini diharapkan mampu menyelesaikan persoalan banjir di Kecamatan Suruh secara permanen dan berkelanjutan. (nur)


