BREAKING NEWS

PLN UP3 Ponorogo Luncurkan “Sinar Apung”, Solusi Energi Bersih untuk Rumah Apung di Trenggalek

PLN UP3 Ponorogo Luncurkan “Sinar Apung”, Solusi Energi Bersih untuk Rumah Apung di Trenggalek


TRENGGALEK, Media Jatim News  — PT PLN (Persero) UP3 Ponorogo resmi meluncurkan inovasi energi terbarukan bertajuk Sinar Apung (Sistem Energi Angin dan Surya untuk Rumah Apung) di Pantai Mutiara, Kabupaten Trenggalek, pada Kamis (2/4).

Program ini menjadi solusi nyata bagi masyarakat pesisir, khususnya pemilik rumah apung, dalam memperoleh akses listrik yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. 

Sinar Apung mengombinasikan energi angin dan tenaga surya untuk menghasilkan listrik tanpa ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Tak hanya mengedepankan energi bersih, sistem ini juga telah dilengkapi teknologi Internet of Things (IoT) yang memungkinkan pengoperasian dan pemantauan dilakukan secara jarak jauh. 

Dengan demikian, performa pembangkit dapat dimonitor secara real-time guna meningkatkan keandalan dan efisiensi operasional.

Manajer PLN UP3 Ponorogo, Indradi Pratama, menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud komitmen PLN dalam menghadirkan energi yang berkeadilan dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Sinar Apung ini hadir sebagai solusi atas tantangan yang selama ini dihadapi masyarakat rumah apung, khususnya terkait keterbatasan akses energi dan tingginya biaya operasional. Kami ingin memastikan masyarakat pesisir juga dapat menikmati listrik yang andal, terjangkau, dan ramah lingkungan,” ujar Indradi.

Ia menambahkan, PLN akan terus mendorong inovasi berbasis energi baru terbarukan guna menjawab kebutuhan masyarakat di berbagai kondisi geografis.

“Kami berharap program ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan laut. Dengan dukungan teknologi IoT, sistem ini dapat dimonitor secara efektif dan praktis. Ke depan, Sinar Apung diharapkan dapat direplikasi di wilayah lain dengan karakteristik serupa,” tambahnya.

Koordinator Rumah Apung Trenggalek, Kacuk Wibisono, mengungkapkan bahwa selama ini kebutuhan listrik masih bergantung pada genset berbahan bakar solar, yang dinilai mahal dan sulit diakses.

“Setiap hari kami membutuhkan sekitar 9 liter solar atau setara Rp180.000 hanya untuk operasional listrik. Selain mahal, kami juga kesulitan mendapatkan solar karena harus mengambil dari darat ke laut,” jelasnya.

Menurutnya, penggunaan solar juga berdampak pada lingkungan, seperti pencemaran udara dan laut.

“Dengan adanya Sinar Apung ini, kami sangat terbantu. Harapannya biaya bisa ditekan dan lingkungan tetap terjaga,” imbuhnya.

Kegiatan peluncuran ini turut dihadiri Koordinator Dinas Kelautan Kabupaten Trenggalek, Achmad, yang memberikan apresiasi atas langkah PLN dalam menghadirkan solusi energi bersih.

“Kami sangat mengapresiasi inovasi PLN ini. Sinar Apung tidak hanya membantu masyarakat secara ekonomi, tetapi juga mendukung pelestarian lingkungan laut,” ujarnya.

Melalui program ini, PLN menegaskan komitmennya dalam mendukung transisi energi bersih sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. 

Sinar Apung diharapkan menjadi percontohan yang dapat dikembangkan di berbagai wilayah dengan kondisi serupa. (nur)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar