BREAKING NEWS

Naas, Balita di Slahung, Ponorogo Meninggal Dunia Usai Tercebur ke Kolam Ikan Hias

Foto ilustrasi, Naas, Balita di Slahung, Ponorogo Meninggal Dunia Usai Tercebur ke Kolam Ikan Hias


PONOROGO, Media Jatim News – Peristiwa memilukan terjadi di wilayah hukum Polsek Slahung, Polres Ponorogo. Seorang balita laki-laki berinisial AAK (2 tahun 11 bulan) ditemukan meninggal dunia setelah diduga tenggelam di kolam ikan hias milik keluarganya pada Senin (30/03/2026) siang.

Insiden tragis ini terjadi di dalam rumah yang berlokasi di Perum Pringgitan Asri, Desa Jebeng, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo.


Kronologi Kejadian

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, peristiwa bermula sekitar pukul 13.30 WIB. Saat itu, korban sedang asyik bermain di pinggir kolam ikan koi yang berada di dalam area rumah. 

Ayah korban (Saksi 1) sempat meninggalkan sang anak menuju ruang kerja yang jaraknya hanya sekitar 4 meter dari lokasi kolam.

Namun, hanya berselang sekitar 10 menit, suasana mendadak sunyi. Sang ayah yang merasa curiga karena tidak lagi mendengar suara anaknya, langsung bergegas mengecek ke lokasi kolam. 

Alangkah terkejutnya ia saat menemukan tubuh kecil sang buah hati sudah dalam keadaan terapung di permukaan air dengan kondisi badan membiru.

Keluarga dibantu warga sekitar langsung melarikan korban ke Puskesmas Nailan untuk mendapatkan pertolongan medis. 

Sayangnya, meski telah dilakukan tindakan Resusitasi Jantung Paru (RJP), nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.


Hasil Olah TKP dan Pemeriksaan Medis

Mendapat laporan tersebut, jajaran Polsek Slahung yang dipimpin langsung oleh Kapolsek AKP Pitoyo, S.Sos., M.H., bersama Tim Identifikasi Polres Ponorogo segera mendatangi lokasi kejadian dan Puskesmas.

Kapolsek Slahung AKP Pitoyo, S.Sos., M.H., menyampaikan rasa duka yang mendalam atas musibah yang menimpa keluarga korban. Ia menjelaskan bahwa berdasarkan hasil olah TKP dan pemeriksaan medis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

"Dari hasil pengecekan di lapangan dan keterangan tim medis Puskesmas Nailan, korban murni meninggal dunia akibat tenggelam. Di paru-paru korban ditemukan cairan, badan sudah membiru, dan tidak ada bekas penganiayaan atau unsur tindak pidana lainnya," terang AKP Pitoyo.

Lebih lanjut, AKP Pitoyo menjelaskan kondisi kolam yang menjadi lokasi kejadian. "Kolam tersebut memiliki kedalaman sekitar 70 cm dengan permukaan dasar yang berlumut dan licin. 

Hal ini diduga memicu korban tergelincir saat bermain tanpa pengawasan orang dewasa di dekatnya," tambahnya.


Keluarga Menerima Sebagai Musibah

Pihak keluarga menyatakan telah menerima kejadian ini dengan ikhlas sebagai musibah. Mereka juga telah membuat surat pernyataan untuk tidak menuntut secara hukum dan menolak dilakukan autopsi lebih lanjut.

Jenazah korban kini telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka di Desa Bekare, Kecamatan Bungkal, guna proses pemakaman.

Kapolsek Slahung juga memberikan imbauan kepada seluruh orang tua agar lebih waspada dan memperketat pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat berada di dekat area yang berpotensi bahaya seperti kolam atau sungai. (nur).

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar