BREAKING NEWS

Bikin Horor Warga, Reklame "Aku Harus Mati" di Depan Eks Gelora Ponorogo Akhirnya Diturunkan

Bikin Horor Warga, Reklame "Aku Harus Mati" di Depan Eks Gelora Ponorogo Akhirnya Diturunkan


PONOROGO, Media Jatim News – Sebuah papan reklame bertuliskan kalimat provokatif "Aku Harus Mati" yang terpampang di depan bekas Gelora (depan DPD Golkar), pusat Kota Ponorogo, akhirnya resmi diturunkan hari ini, Senin (06/04/2026).

Langkah tegas ini diambil setelah reklame tersebut menuai pro-kontra di tengah masyarakat dan memicu berbagai reaksi keras dari netizen. 

Kalimat yang dianggap tidak mendidik dan justru menambah kesan "horor" di sudut kota tersebut menjadi perbincangan hangat di media sosial sejak kemarin sore.


Koordinasi Persuasif dengan Vendor

Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Ponorogo, Eko Edi Suprapto, menyatakan bahwa pihaknya telah bergerak cepat memantau situasi sejak laporan pertama kali muncul. Melalui pendekatan persuasif, pihaknya berkoordinasi dengan instansi Perizinan dan pihak vendor (pemasang) untuk segera mengambil tindakan.

"Kami sudah pantau sejak kemarin sore. Kita berkoordinasi dengan pihak Perizinan karena kewenangan papan reklame ada di sana. Kami juga melakukan pendekatan persuasif kepada vendornya," ujar Eko Edi Suprapto saat memberikan keterangan hari ini.


Alasan Vendor Turunkan Sendiri

Meskipun sempat menjadi polemik, Eko menjelaskan bahwa penurunan reklame tersebut dilakukan langsung oleh pihak vendor, bukan oleh anggota Satpol PP. Hal ini dikarenakan kendala teknis terkait peralatan dan ukuran reklame yang cukup besar.

"Pagi ini infonya sudah diturunkan oleh vendornya. Satpol PP sendiri kalau mau menurunkan agak sulit karena keterbatasan tenaga ahli untuk memanjat dan alat kelengkapan yang memadai. Lokasinya juga di tengah jalan raya dan ukurannya sangat besar, di depan eks Gelora itu," tambah Eko.


Menjawab Keluhan Netizen

Eko menekankan bahwa tindakan ini merupakan bentuk respon cepat pemerintah daerah terhadap masukan masyarakat. Menurutnya, pesan dalam reklame tersebut memang dinilai kurang pas untuk ditampilkan di ruang publik.

"Banyak masukan dari netizen kalau reklame seperti itu tidak mendidik, malah menambah horor Kota Ponorogo. Makanya kita tindak lanjuti segera. Kalau untuk reklame-reklame kecil lainnya, sudah kami tertibkan sejak semalam," tegasnya.

Saat ini, lokasi di depan bekas Gelora tersebut dipastikan sudah bersih dari reklame yang sempat meresahkan warga. 

Pihak Satpol PP pun mengimbau kepada para vendor iklan untuk lebih bijak dalam memilih konten promosi agar tetap menjaga estetika dan kenyamanan psikologis warga Bumi Reog. (nur)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar