Bhabinkamtibmas Bersama Pemdes Gelang lor, Ponorogo, lakukan Foging, 9 orang Disinyalir terkena Cikungunya
Bhabinkamtibmas Bersama Pemdes Gelang lor, Ponorogo, lakukan Foging, 9 orang Disinyalir terkena Cikungunya
PONOROGO, Media Jatim News – Guna memutus mata rantai penyebaran penyakit yang dibawa oleh nyamuk, jajaran Pemerintah Desa (Pemdes) Gelanglor bersama aparat kewilayahan menggelar aksi pengasapan atau fogging massal di wilayah Dukuh Boto, Desa Gelanglor, Kecamatan Sukorejo, Ponorogo, pada Selasa (7/4/2026) pagi.
Langkah cepat ini diambil menyusul adanya laporan mengenai sembilan orang warga yang terjangkit penyakit Chikungunya di lingkungan tersebut. Berdasarkan data kewilayahan, serangan penyakit ini terpusat di area pemukiman Dukuh Boto, khususnya di RT bagian tengah.
Sembilan Warga Terjangkit Gejala Lumpuh Layu
Kepala Dusun (Kamituwo) Boto, Sugeng Witanto, mengonfirmasi bahwa tindakan preventif ini merupakan respons atas temuan kasus yang menimpa warga secara bersamaan.
"Wonten songo (sembilan) tiyang mas sing kenging, utamane ing blok tengah. Sanes Demam Berdarah (DB), nanging Chikungunya (Ada sembilan orang yang kena, terutama di blok tengah. Bukan DB, tapi Chikungunya)," ujar Sugeng di sela-sela kegiatan.
Penyakit Chikungunya ini menyebabkan warga mengalami nyeri sendi yang hebat hingga sulit bergerak atau berjalan, yang dalam istilah masyarakat setempat sering dikaitkan dengan gejala "lumpuh sesaat".
Sinergi Aparat dan Perangkat Desa
Aksi fogging yang dimulai sejak pukul 06.00 WIB ini menunjukkan kekompakan antara otoritas desa dan aparat keamanan. Personel yang terjun langsung ke lapangan meliputi:
Sugeng Witanto (Mbah Wo Boto)
Sekretaris Desa (Pak Carik) Gelanglor
Aipda Pujianto (Bhabinkamtibmas Desa Gelanglor)
Babinsa setempat serta jajaran staf desa lainnya.
Aipda Pujianto menjelaskan bahwa kehadiran Polri dan TNI dalam kegiatan ini adalah bentuk dukungan terhadap kesehatan masyarakat serta memastikan situasi tetap kondusif.
"Hari ini kami bersama Pemerintah Desa Gelanglor, Babinsa, dan warga melakukan pengasapan. Tujuannya jelas, agar penularan tidak meluas dan warga kembali merasa aman dari ancaman nyamuk pembawa virus," tegas Aipda Pujianto.
Himbauan 3M Plus
Meski telah dilakukan fogging, Sugeng Witanto mengingatkan warga bahwa pengasapan hanya membunuh nyamuk dewasa. Ia menekankan pentingnya gerakan 3M Plus (Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang barang bekas).
"Kesadaran warga untuk membersihkan jentik nyamuk di tempat penampungan air adalah kunci utama agar kasus ini tidak terulang kembali," tambahnya.
Hingga saat ini, situasi di Dukuh Boto terpantau kondusif. Warga menyambut baik langkah tanggap darurat yang dilakukan oleh Pemdes Gelanglor dan aparat kewilayahan guna menjamin kesehatan lingkungan mereka. (nur).

