Miseri: Lestarikan Warisan Budaya, Pencak Silat Segera Jadi Mata Pelajaran Mulok di Ponorogo
Miseri: Lestarikan Warisan Budaya, Pencak Silat Segera Jadi Mata Pelajaran Mulok di Ponorogo
PONOROGO, Media Jatim News – Sinergi antara pemerintah, praktisi bela diri, dan dunia pendidikan di Kabupaten Ponorogo semakin solid. Dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Aula Bappeda Kabupaten Ponorogo, Jumat (13/2), disepakati bahwa Pencak Silat akan resmi dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah sebagai materi Muatan Lokal (Mulok).
Acara bertajuk "Sinergi Pemerintah, IPSI, dan Sekolah Dalam Penguatan Pencak Silat Sebagai Warisan Budaya Tak Benda" ini dibuka langsung oleh Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Ponorogo, Miseri Efendy.
FGD ini dihadiri oleh jajaran pengurus IPSI, perwakilan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo, serta para kepala sekolah dari berbagai tingkatan, mulai dari SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/MA.
Kesepakatan Lintas Sektor
Ketua IPSI Ponorogo, Miseri Efendy, menyatakan bahwa pertemuan ini menghasilkan sebuah langkah besar bagi dunia pendidikan dan kebudayaan di Bumi Reog. Seluruh pihak sepakat untuk menjadikan Pencak Silat sebagai materi wajib dalam muatan lokal.
"Hasil pertemuan FGD antara IPSI, Pemkab, dan insan dunia pendidikan menyepakati untuk menjadikan Pencak Silat sebagai materi muatan lokal (mulok) di sekolah," ungkap Miseri.
Menurutnya, langkah ini bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan strategi besar dalam menjaga identitas bangsa. Ia menilai Pencak Silat adalah instrumen lengkap untuk pengembangan diri siswa.
"Langkah ini merupakan bagian dari upaya pelestarian budaya bangsa, pengembangan olahraga, dan yang terpenting adalah pembentukan karakter bangsa sejak dini," tambahnya.
Sebagai tindak lanjut dari kesepakatan tersebut, IPSI Ponorogo berkomitmen untuk memastikan kebijakan ini memiliki payung hukum yang kuat. Miseri menekankan pentingnya regulasi agar implementasi di lapangan memiliki standar yang jelas.
"IPSI Ponorogo akan terus mengawal diterbitkannya regulasi dalam bentuk Peraturan Bupati (Perbup) yang mengatur Pencak Silat sebagai mulok di sekolah. Kita ingin kebijakan ini berkelanjutan dan memiliki landasan hukum yang tetap," ujarnya.
Membentuk Generasi Beradab
Selain memperkuat aspek legal, Miseri Efendy juga menambahkan bahwa pengajaran Pencak Silat di sekolah akan membawa dampak positif bagi lingkungan sosial sekolah, termasuk menekan angka kenakalan remaja.
"Pencak silat bukan hanya soal ajaran fisik atau bela diri semata, tapi di dalamnya terkandung nilai etika, disiplin, dan penghormatan kepada yang lebih tua. Dengan masuknya silat ke sekolah, kita ingin mencetak generasi muda Ponorogo yang tidak hanya tangguh secara fisik, tapi juga memiliki adab dan mentalitas yang kuat untuk membentengi diri dari pengaruh negatif," pungkas Miseri.
Dengan adanya kesepakatan ini, diharapkan Pencak Silat sebagai Warisan Budaya Tak Benda yang telah diakui UNESCO dapat terus lestari di tanah kelahirannya, sekaligus menjadi fondasi karakter bagi siswa di seluruh Kabupaten Ponorogo. (nur).

