BREAKING NEWS

Puluhan Ayam di Jambon, Ponorogo, Mati Mendadak, Diduga Terjangkit Flu Burung

Puluhan Ayam di Jambon, Ponorogo, Mati Mendadak, Diduga Terjangkit Flu Burung


PONOROGO, Media Jatim News – Keresahan melanda peternak ayam di Desa Karanglo Kidul, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo. Puluhan ekor ayam milik warga dilaporkan mati secara mendadak dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini diduga kuat akibat serangan wabah Flu Burung atau Avian Influenza (AI).

Peristiwa tersebut mulai menyita perhatian warga sejak Jumat (2/1/2026), seiring meningkatnya jumlah kematian unggas dalam waktu singkat. Salah satu peternak yang terdampak cukup parah adalah Agung, warga setempat, yang kehilangan belasan ayam peliharaannya.

Menurut penuturan Agung, gejala kematian ayam mulai terlihat sejak tiga hari terakhir. Awalnya hanya satu hingga dua ekor ayam yang tampak tidak sehat, namun dalam waktu cepat kondisi itu menyebar ke ayam lainnya di dalam kandang.

“Kejadiannya sangat cepat. Tiga hari lalu ada tiga ekor yang mati, besoknya menyusul dua ekor lagi. Nah, hari ini puncaknya, ada sembilan ekor lagi yang mati. Kalau ditotal, sudah 14 ekor ayam saya yang mati mendadak,” ungkap Agung saat ditemui di lokasi, Sabtu (3/1/2026).

Ia menjelaskan, ayam-ayam tersebut tidak menunjukkan gejala sakit dalam waktu lama. Tanda-tanda yang terlihat hanya sesaat sebelum ayam mati.

“Ayam tiba-tiba lemas, jengger dan wajahnya pucat, lalu terlihat jenggruk. Tidak lama setelah itu langsung mati. Benar-benar mendadak,” tambahnya.

Kerugian Capai Jutaan Rupiah

Kematian unggas ini menyebabkan kerugian materiil yang cukup besar. Pasalnya, ayam yang dipelihara Agung bukan ayam kampung biasa, melainkan ayam turunan Bangkok dengan nilai jual tinggi.

Beberapa ayam jantan yang mati ditaksir memiliki harga sekitar Rp1 juta per ekor. Bahkan, dua ekor ayam betina indukan yang baru saja dibeli dengan harga Rp1,5 juta per ekor juga tidak terselamatkan.

“Yang bikin saya pasrah, ayam jantan harga satu jutaan habis. Dua ekor betina yang baru saya beli mahal juga mati duluan. Padahal rencananya mau dikembangkan,” keluh Agung.

Dinas Peternakan Turun ke Lokasi

Menindaklanjuti laporan warga, petugas dari Dinas Peternakan Kabupaten Ponorogo, drh. Wikan Dediastuti bersama Cahyono, telah mendatangi lokasi kandang ayam milik Agung. Petugas melakukan pengecekan sekaligus memberikan disinfektan untuk penyemprotan kandang.

“Benar, kemarin ada dua petugas dari Dinas Peternakan datang. Mereka melihat kondisi ayam dan kandang,” ujar Agung.

Petugas dokter hewan menyampaikan bahwa untuk memastikan penyebab kematian unggas secara pasti, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut melalui uji laboratorium.

“Dari dinas mengatakan, untuk kepastiannya harus dilakukan pengecekan laboratorium,” jelasnya.

Sebagai langkah awal pencegahan agar tidak menular ke ayam lainnya, petugas menyerahkan satu botol disinfektan dan mengimbau agar kandang segera disemprot secara rutin. (nur)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar