Pembangunan Jembatan Wagir Lor-Wates, Ponorogo Tertunda, Roda empat Tidak Bisa Lewat
Pembangunan Jembatan Wagir Lor-Wates, Ponorogo Tertunda, Roda empat Tidak Bisa Lewat
PONOROGO, Media Jatim News – Harapan warga Desa Wagir Lor, Kecamatan Ngebel dan Desa Wates, Kecamatan Jenangan untuk memiliki jembatan permanen tahun ini harus tertunda. Kebijakan baru dari Kementerian Keuangan membuat proyek infrastruktur vital tersebut belum bisa direalisasikan dalam waktu dekat.
Kondisi ini memaksa warga, termasuk anak-anak sekolah, tetap menggunakan jembatan darurat yang kondisinya memprihatinkan. Dalam video yang sempat viral di media sosial, terlihat orang tua harus menggendong anak-anak mereka saat melintasi papan kayu yang nyaris putus demi mencapai sekolah.
Jika tidak melewati jalur berbahaya tersebut, warga harus memutar sejauh 10 kilometer.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Ponorogo, Masun, menjelaskan bahwa usulan pembangunan jembatan ini sebenarnya sudah masuk dalam program Hibah Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR) ke BNPB sejak tahun 2025.
"Mestinya sesuai regulasi, Oktober 2025 sudah harus penandatanganan SPPH (Surat Penetapan Penerima Hibah) dan di bulan November-Desember itu paling tidak sudah NPHD (Naskah Perjanjian Hibah Daerah) antara Bupati dengan Kepala BNPB," ujar Masun, Jumat (16/1).
Namun, rencana tersebut terhambat oleh perubahan regulasi di tingkat pusat.
"Tetapi kemarin tahun 2025 ada kebijakan baru dari Kementerian Keuangan untuk meninjau ulang semua usulan hibah RR, jadi tertunda akhirnya," tambahnya.
Meski mengalami penundaan, Masun menegaskan bahwa pihaknya terus bergerak cepat. Pada 10 Januari kemarin, Pemkab Ponorogo telah memproses ulang dokumen teknis (DED) dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) sebagai syarat administrasi terbaru yang diminta kementerian.
Mengingat urgensi di lapangan, terutama adanya longsoran baru yang membuat akses kendaraan roda empat terputus total, Pemkab Ponorogo kini mencari jalur alternatif pendanaan.
"Kami sudah konsultasi dengan pimpinan, Ibu Plt Bupati dengan Pak Pj Sekda, koordinasi mencari solusi dengan menjajaki kemungkinan penggunaan sumber dana dari provinsi. Insyaallah besok kita ada rapat dengan Komisi D DPRD Provinsi," pungkas Masun.
Penanganan cepat sangat diharapkan warga Wagir Lor dan Wates. Selain sebagai akses pendidikan bagi siswa SD, jalan penghubung ini merupakan akses ekonomi dan layanan kesehatan bagi masyarakat di perbatasan dua kecamatan tersebut. (nur).

