Hujan Deras Guyur Ponorogo, Tanah Longsor Timpa Dua Rumah di Desa Dayakan, Badegan
Hujan Deras Guyur Ponorogo, Tanah Longsor Timpa Dua Rumah di Desa Dayakan, Badegan
PONOROGO, Media Jatim News – Cuaca ekstrem berupa hujan deras yang melanda wilayah Kabupaten Ponorogo menyebabkan bencana tanah longsor di Dukuh Jurang Sempu, Desa Dayakan, Kecamatan Badegan.
Peristiwa yang terjadi pada Sabtu pagi, 3 Januari 2026 ini mengakibatkan dua rumah warga mengalami kerusakan.
Kepala Desa Dayakan, Bapak Misno, mengonfirmasi bahwa material longsor berasal dari tebing setinggi kurang lebih 50 meter yang berada tepat di belakang permukiman warga.
Meski tebing tersebut selama ini dianggap aman, intensitas hujan yang tinggi selama beberapa hari terakhir diduga menjadi pemicu utama pergeseran tanah.
Dikatakan, dua rumah yang terdampak adalah milik Bapak Kamijo dan Bapak Seri.
Rumah Bapak Kamijo (52), satu rumah 2 KK, 6 Jiwa. Mengalami kerusakan paling parah dengan dinding rumah yang jebol akibat hantaman material longsor. Rumah ini dihuni oleh lima orang anggota keluarga.
Rumah Bapak Seri (75), satu rumah 3 jiwa Meskipun dindingnya tertimbun material, bangunan utama masih relatif utuh namun memerlukan pembersihan total dari sisa tanah dan bebatuan. Rumah ini dihuni oleh tiga orang.
Misno menambahkan, pihak Pemerintah Desa Dayakan telah bergerak cepat melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk TNI, Polri, BPBD, Basnas, dan Dinsos. Namun, upaya pembersihan material longsor secara besar-besaran sengaja ditunda untuk sementara waktu.
"Untuk pembersihan material longsor sengaja kita pending dulu, tidak terburu-buru karena khawatir masih ada longsor susulan. Kami memprioritaskan keselamatan warga," ujar Misno dalam keterangannya, Senin (5/1/2026).
Saat ini, bantuan berupa sembako telah disalurkan kepada para korban untuk meringankan beban mereka selama proses pemulihan dan kerja bakti.
Himbauan bagi Warga
Mengingat musim penghujan masih berlangsung dengan intensitas tinggi, Kades Misno menghimbau seluruh warga, khususnya yang tinggal di bawah tebing atau area rawan, untuk selalu waspada.
Warga yang rumahnya berada di titik sangat berisiko disarankan untuk sementara waktu mengungsi ke rumah kerabat atau keluarga yang lebih aman guna menghindari jatuhnya korban jiwa jika terjadi longsor susulan.
Pihak desa juga terus berkoordinasi dengan tingkat kecamatan hingga Kabupaten Ponorogo untuk langkah mitigasi lebih lanjut. "Hari ini kita berkirim surat ke Bupati Ponorogo lewat Pemerintah Kecamatan Badegan," pungkasnya. (nur).

