Hasil Otopsi Keluar, Polisi Ungkap Luka Sadis pada Jenazah Nur Aini di Ponorogo
Hasil Otopsi Keluar, Polisi Ungkap Luka Sadis pada Jenazah Nur Aini di Ponorogo
PONOROGO, Media Jatim News – Misteri kematian tragis Nur Aini (55) mulai menemui titik terang. Satreskrim Polres Ponorogo secara resmi mengungkapkan hasil otopsi terhadap jenazah korban yang diduga kuat menjadi korban pembunuhan.
Kasat Reskrim Polres Ponorogo, AKP Imam Mujali, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan medis, ditemukan banyak luka akibat benda tajam dan tumpul di tubuh korban, terutama pada area vital.
Menurut AKP Imam Mujali, tim dokter rumah sakit menyimpulkan bahwa penyebab utama kematian korban adalah luka parah di bagian leher.
"Hasil otopsi menyimpulkan bahwa banyak luka di bagian kepala, tangan, dan leher. Di kepala ada sayatan dan luka tumpul bekas pukulan. Sementara di leher ada sayatan yang menyebabkan leher hampir putus. Kesimpulan dokter, penyebab kematian karena luka di leher yang mengakibatkan kehabisan darah," ujar AKP Imam Mujali, Rabu (28/1).
Berdasarkan kondisi jenazah saat otopsi, pihak kepolisian memperkirakan peristiwa nahas tersebut terjadi pada rentang waktu Sabtu pagi hingga sore hari.
Dikatakan, penyelidikan mendalam yang dilakukan kepolisian saat ini mengarah kuat kepada anak kandung korban yang berinisial A. Polisi telah menemukan sejumlah petunjuk krusial terkait keberadaan terduga pelaku.
"Berdasarkan hasil penyelidikan sampai hari ini, memang benar dugaan kita pelaku adalah anak korban si A," tegas Imam.
Tim Satreskrim sempat melacak posisi terakhir terduga pelaku di daerah Gunungkidul. Di sana, polisi mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa A sempat menitipkan sejumlah barang bawaan sebelum berencana melakukan perjalanan jauh.
Dari penelusuran di Gunungkidul, polisi berhasil mengamankan 23 barang bukti, termasuk senjata yang diduga digunakan untuk menghabisi nyawa korban.
Senjata Tajam: Ditemukan pisau dan kapak di dalam tas milik pelaku.
Kendaraan: Satu unit sepeda motor yang digunakan pelaku.
Kunci Gembok: Ditemukan dua kunci gembok, yang satu biasa dibawa korban (ibunya) dan satu lagi dibawa pelaku.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Polres Ponorogo masih terus melakukan pengejaran secara intensif terhadap pelaku A yang saat ini statusnya masih dalam pencarian. (nur).

