BREAKING NEWS

Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Indonesia pada 21 November 2025

Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Indonesia pada 21 November 2025


JAKARTA, Media Jatim News - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan pemantauan kejadian bencana dan penanganan yang dilakukan pemerintah daerah setempat, periode Kamis (20/11) sampai Jumat (21/11), pukul 07.00 WIB. Laporan kali ini didominasi oleh bencana banjir yang disebabkan oleh meluapnya sejumlah sungai.

Laporan pertama, banjir melanda wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat pada Kamis (20/11) sore. Kejadian ini dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang disebabkan jebolnya tanggul dan meluapnya volume air dari drainase yang ada di pemukiman warga.

Merujuk data yang dilaporkan BPBD setempat, hingga pukul 23.00 WIB. Banjir berangsur surut di beberapa titik, namun masih berpotensi terjadi banjir susulan. Hal tersebut dikarenakan drainase masih tersumbat material sampah.

Lokasi terdampak yaitu Desa Balewangi, Kecamatan Cisurupan. Sebanyak 54 kepala keluarga atau 190 jiwa terdampak kejadian ini. Sementara itu 46 unit rumah warga, satu unit madrasah dan beberapa jalan desa turut terkena imbas.

BPBD Kabupaten Garut dan tim gabungan langsung menuju lokasi terdampak guna melakukan pendataan dan pembersihan material banjir menggunakan satu unit alat berat.

Selanjutnya, kejadian bencana yang terjadi di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Meluapnya debit air Sungai Rejoso dan Sungai Grati, menyebabkan banjir melanda pemukiman warga sejak Rabu (19/11) malam hari. Setelah sebelumnya terjadi hujan dengan intensitas tinggi pada wilayah tersebut.

Sebanyak tujuh desa terdampak, antara lain Desa Tambakrejo di Kecamatan Kraton, kemudian Desa Legok, Gempol dan Kejapan di Kecamatan Gempol, Desa Kedungringin dan Kedungboto di Kecamatan Beji dan terakhir Desa Manaruwi di Kecamatan Bangli.

Berdasarkan pendataan, tercatat sedikitnya 2.060 kepala keluarga dan 2.069 unit rumah warga terdampak. Ketinggian muka air bervariasi antara 20 sampai 70 sentimeter.

Kondisi terkini, hingga banjir berangsur surut di sejumlah wilayah. Adapun wilayah Desa Gempol dan Kedungringin masih terendam air dikarenakan drainase yang masih tersumbat.

Guna melakukan penanganan darurat, BPBD Kabupaten Pasuruan bersama perangkat daerah setempat, melakukan kaji cepat dan memberikan bantuan logistik kepada warga terdampak.

Beralih ke Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Luapan sungai Cikalumpang menyebabkan banjir di pemukiman warga yang berada di Desa Citasuk, Kecamatan Padarincang pada Kamis (20/11) siang hari.

Dilaporkan, sebanyak 295 kepala keluarga atau 1.129 jiwa terdampak. Banjir merendam 162 unit rumah warga, satu unit fasilitas pendidikan dan satu unit fasilitas peribadahan dengan tinggi muka air berkisar 15 sampai 80 sentimeter.

BPBD Kabupaten Serang bersama lintas instansi melakukan pendataan dan pemantauan tinggi muka air di lokasi kejadian, serta bersiaga apabila sewaktu - waktu warga yang bertahan di rumah memerlukan evakuasi.

BNPB mengimbau kepada pemerintah daerah dan warga setempat untuk tetap waspada terjadi banjir susulan, mengingat selama tiga hari ke depan diprediksi wilayah Kabupaten Garut, Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Serang berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.

Upaya pencegahan dan mitigasi yang dapat dilakukan pemerintah daerah maupun masyarakat, antara lain dengan memperkuat tanggul - tanggul yang sudah terlihat adanya retakan dan membersihkan aliran drainase agar terbebas dari material sampah dan lumpur. (nur/ist).

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar