Semangat Lansia di Desa Karanglo Kidul, Jambon, Rutin Cek Kesehatan dan Tamasya
Semangat Lansia di Desa Karanglo Kidul, Jambon, Rutin Cek Kesehatan dan Tamasya
PONOROGO, Media Jatim News - Kegiatan Posyandu Lansia Desa Karanglo Kidul, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo yang mengadakan refreshing tamasya ke situs Sewulan dan Monumen Kresek di Kabupaten Madiun merupakan langkah positif untuk meningkatkan semangat para lansia.
Selain memfasilitasi pemeriksaan kesehatan rutin, kegiatan ini juga menjadi sarana rekreasi dan edukasi bagi para lansia.
Situs Sewulan dikenal sebagai situs sejarah yang memiliki nilai budaya, sedangkan Monumen Kresek merupakan monumen peringatan bagi korban kekejaman PKI di Madiun.
Kunjungan ke kedua tempat ini bukan hanya memberikan penyegaran pikiran bagi lansia, tetapi juga memperkaya wawasan mereka mengenai sejarah lokal.
Kegiatan semacam ini tentu sangat bermanfaat dalam menjaga keseimbangan kesehatan fisik dan mental para lansia, serta mempererat kebersamaan di antara mereka.
Seperti yang dilakukan Posyandu Lansia asal Dukuh Tengah dan Dukuh Krajan Desa Karanglo Kidul Kecamatan Jambon ini, Rabu (16/10/2024) melakukan tamasya di situs Sewulan dan Monumen Kresek di Desa Kresek Kecamatan Dungus Kabupaten Madiun.
Ikut dalam acara tersebut, Bidan Desa setempat, tenaga kesehatan desa, Kamituwo, Kader Lansia, dan 100 orang Lansia.
"Ya hari ini kita bersama bapak dan ibu-ibu lansia mengunjungi tempat wisata religi situs Sewulan dan Monumen Kresek, di Kabupaten Madiun," kata Mbah Suno selaku Kasun dukuh Krajan yang juga ikut mendampingi perjalanan Lansia.
Dia juga menjelaskan, sebelumnya sudah jalan-jalan mengunjungi waduk Bendo di Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo.
Sekarang mengunjungi masjid Agung Sewulan (situs Sewulan) di Desa Sewulan, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Ziarah makam Kyai Ageng Basyariyah dan melihat Monumen Kresek yang merupakan salah satu peninggalan bersejarah, menjadi saksi bisu atas kejadian pemberontakan PKI di Madiun pada tahun 1948.
"Disini ada tulisan dan menjadi saksi sejarah para korban kekejaman PKI yang berjumlah 17 orang. Mulai dari TNI sampai pamong desa. Nama-nama tersebut ditulis di area monumen dekat gapura," jelasnya.
Selain itu, ada pemandangan yang bisa dinikmati yakni aliran sungai dibawah Monumen. Dan ada bangunan dekat monumen sebuah taman-taman yang berisi gubuk-gubuk yang bisa diduduki pengunjung.
"Ada juga hiasan dijalan lorong, jalan keluar area monumen menggunakan payung-payung gantung warna warni. Sambil berolah raga, refreshing, biar badan tambah sehat," kata Suno.
Sementara itu Kholis tenaga kesehatan yang ikut mendampingi mengatakan, pihaknya menghimbau masyarakat usia kategori lansia diminta untuk rutin melakukan cek kesehatan.
Pasalnya, dengan cek kesehatan secara rutin dapat mendeteksi dini segala kemungkinan penyakit.
"Kita lakukan cek kesehatan rutin tiap bulan, melalui posyandu lansia. Kita cek kesehatan mereka, meski kondisi tubuh dirasa baik-baik saja. Ditempat lokasi tamasya kita lakukan juga cek kesehatan dan pemberian obat," ujar Kholis.
Dia juga menjelaskan, kegiatan posyandu lansia selain memberikan penyuluhan tentang pola makan sehat, gaya hidup aktif dan perawatan bagi lansia agar menjaga kesehatan.
"Rutin tiap bulan kita lakukan pemeriksaan seperti, tekanan darah, gula darah dan pengukuran berat badan. Juga ada senam lansia, pertemuan lainnya yang bisa meningkatkan kesejahteraan sosial Lansia," terangnya.
Pun, penting juga untuk memastikan tamasya disesuaikan dengan kondisi fisik mereka, seperti memilih tempat yang ramah lansia dan memastikan kenyamanan serta keamanan selama perjalanan. (nur).




